Aku menginginkan hujan sebagaimana kamu bersorak untuk matahari tetap bersinar Aku berdoa disaat hujan sebagaimana kamu mabuk hingga basah kuyup di trotoar Aku bergelinjang geli di bawah hujan sebagaimana kamu tertawa di atas api unggun Aku menampung air hujan sebagaimana kamu membanjur rumah dengan minyak tanah Aku terpejam kehujanan sebagaimana kamu tidur berkeringat Aku menelan air hujan sebagaimana kamu menelan ludahmu sendiri Aku menyukai hujan sebagaimana kamu bertahan membenci hujan Aku menatap hujan sebagaimana kamu mengerti diriku Aku berbinar atas hujan sebagaimana kamu mematikan rokokmu di atas bumi yang kehujanan Aku terkejut melihat petir diantara hujan sebagaimana kamu muncul di hidupku

Senin, 22 Desember 2008

Coretan #3: "Sedetik cerahnya adam pagi dan selesai."




Setelah ini takkan ada kata sesudah
Sebelum setelah takkan ada kata sebelum
Karena aku baru melihatmu pagi ini dan kamu telah terikat oleh mempelai wanita



*Keterangan Foto:

-Model foto yaitu saya sendiri ehehehehehe :P
-Diambil di dekat tangga sekolah menuju ke lantai atas.
-Sewaktu saya masih kelas XI SMA setelah pelajaran olahraga.
-Foto diambil oleh teman saya yaitu Occa dan telah diedit oleh saya sendiri.


Copyright 2008 Aulia Vidyarini

Coretan #2: "Kamu keras kita pun air, kawan."




Dengarkan jika batu berbicara
Maka kamu akan merasakan kerasnya aura

Bisikkan yang kamu rasa sakit
Dan teriakkan yang telah kamu rakit

Jabat semua jari yang diindahkan
Kelak kita akan bersama selamanya kan?





*Keterangan foto:

-Objek foto adalah pemberian dari teman SMP saya yaitu Irma/Nihil.
-Makna yang saya dapatkan dari foto tersebut adalah walaupun berdesakan, dalam situasi yang rumit; kita akan masih bisa berwarna karena kita adalah teman, kawan, sahabat; yang seia sekata menemani hidup kita. dan mereka akan selalu berkata: coloring your life, friend!


Copyright 2008 Aulia Vidyarini

Salah alamat di Message PC warnet

Selalu aja pengen ketawa kalau saya inget ini :D

Kejadian kecil ini udah agak lama sih, tapi masih inget aja. Hahahahahahaha ~
(Sori ya, Ndah, aku ceritain :P)

Malam itu (cieh..) sewaktu saya bersama Indah -- teman kampus + kost saya -- lagi di warnet mau cari bahan buat tugas utusan Pak ******* yang sangat ganteng sekali tugas-tugasnya!

Biasa lah, pasti kalau udah capek karena untuk browsing tugas dia itu sampai jam 1 dini hari. Nah, sebelumnya kami berkomunikasi lewat Message PC yang tersedia di komputer warnet tersebut. Terjadilah saling umpat-mengumpat si bapakke itu untuk multivitamin kami agar tetap semangat. Gyahahahahahah!

Nah, di Message PC itu kan ada dua box untuk pesan ke si server sama untuk client. awal-awalnya sih masih sampe itu pesan ke saya tapi lama kelamaan kok lama banget si Indah bales umpatan saya. Ah, mungkin si Indah udah males ngumpat-ngumpat, pikir saya.

(to be continued)

Jumat, 19 Desember 2008

Coretan #1: "Tuhan-Tuhan bilang, kita berbeda."

Kamu bilang, hidup itu mengkritik.
Dan kamu membuatku berisik.
Kamu pun bilang, hidup itu menggelitik.
Dan kamu pun membuatku bintik-bintik.
Lalu kamu pernah bilang, hidup itu erotik.
Dan kamu pun membuatkanku tato batik.
Saat itu, Tuhanmu bilang, hidup aku itu bukan kamu.
Lalu aku mati di tangan Tuhanku.

"Tuhan-Tuhan bilang, kita berbeda."

Copyright 2008 Aulia Vidyarini