Aku menginginkan hujan sebagaimana kamu bersorak untuk matahari tetap bersinar Aku berdoa disaat hujan sebagaimana kamu mabuk hingga basah kuyup di trotoar Aku bergelinjang geli di bawah hujan sebagaimana kamu tertawa di atas api unggun Aku menampung air hujan sebagaimana kamu membanjur rumah dengan minyak tanah Aku terpejam kehujanan sebagaimana kamu tidur berkeringat Aku menelan air hujan sebagaimana kamu menelan ludahmu sendiri Aku menyukai hujan sebagaimana kamu bertahan membenci hujan Aku menatap hujan sebagaimana kamu mengerti diriku Aku berbinar atas hujan sebagaimana kamu mematikan rokokmu di atas bumi yang kehujanan Aku terkejut melihat petir diantara hujan sebagaimana kamu muncul di hidupku

Rabu, 11 Februari 2009

Kejadian jaman dulu: Makan tuh lets dens!


di skola: “let’s dance together!”
di kantin: “let’s dance together!”
di angkot: “let’s dance together!”
di rumah: “let’s dance together!”
di tipi: “let’s dance together!”
*
lama-lama gua jojogedan sambil gugulingan geura. emang lagi in itu lagu. sampai suatu saat.. adik gua telinganya telah tercemar setelah mendengar lagu tsb. apalagi sinetronnya (kdang2 gua ikut nunton juga sii.hii).
*
adik gua (n): mas, beliin lagu lets dens tugeder atuh! katanya mas penah liat di sempur.
kakak gua (r): hemmm..
gua (a): (ade gua suda menjadi korban lets dens tugeder! tidaa!!)
n: masss..
r: iya,iya, tar kalo lewat.
n: (mukanya langsung kayak monyet berlipat-lipat)
r: iyah!
n: (langsung joged2 sembari nyanyi lets dens! argh!)
*
a: (lagi nunton tipi dengan asoynya)
n: mbak, ganti.. itu lagi iklan juga..
a: (mindah2 cenel tipi dan nggak sengaja iklannya cinderella terekam tak pernah mati oleh mata ade gua)
n: uda ini aja!
a: (langsung mindahin ke cenel laen)
n: mbak, iiihhh!!!!
a: itu kan iklan doang! belom sinetronnya.
n: biar! (sambil melotot tajam ke gua) a (tolong! gua dianiaya oleh kupret ini! lalu mindah ke sctv lagi dan yes! udahan!)
n: tuh kan! (ngambek)
a: (ketawa setan)
n: (melototin gua)
a: (diem. heh, bukannya gua takut yh ma ade iblis gua. tapi karena gua menghargai perasaannya ajah. beneran!)
*
r: (pulang ke rumah)
n: mana?!
r: (terbaca dari wajahnya)
n: ih! r: lupa.
*
r: (pulang ke rumah)
n: mana?!
r: nih!
n: (langsung menggelinjang lets dens tugeder)
*
n: mbaakkkkk!!!
a: (ko manggilnya kayak gua pembokatny die yh?)
n: mbaakkkk!!!
a: apaaaaa?!!!!!
n: sini!
a: ya, non.
n: ini masukin lagunya ke komputer.
a: (malapetaka! mulai detik ini gua akan mendengar tembang lagu ituh! akhirnya gua copy tuh lagu ke kompi)
n: yeyeye!
a: udah noh.
n: mulai mengeluarkan jurus mautnya untuk menyetel lagu setan tsb.
kakak gua (i): awas. keluarin dong sidinya.
n: (mengeluarkan sidi)
a: (pergi)
n: buruan.
i: bentar. (mengeluarkan sidi dan pergi)
n: mass! sidinya tadi mana?
i: sidi apa?
n: lets dens.
i: buat apa?
n: kan mau dengerin lagunyaa. buat apa atuh di beli.
i: kan udaa di kopi.
n: ihhh!!!
i: (alisnya naik hingga 1 meter dan tertawa setanlah ia)
n: …
***
tuhkan! gara2 dengerin lagu itu malah sampai terlalu fanatik, otaknya menjadi tercemar.
***
suatu hari..
n: mbakk!! film cinderella uda mulai tuh!
a: (mendengar itu gua langsung berlari-lari hingga peluh membasahi otak ini dan berhenti) apakah otak gua juga sudah tercemar??
*********

-----------------
Keterangan Foto:
-Itu saya yang sedang menggambarkan semenjijikannya suara-suara lagu jaman sekarang hahahhahahah aneh aja seorang artis berbakat bisa-bisanya meluncurkan bintang-bintang baru yang menganggap tidak biasa :P

Tidak ada komentar: