Aku menginginkan hujan sebagaimana kamu bersorak untuk matahari tetap bersinar Aku berdoa disaat hujan sebagaimana kamu mabuk hingga basah kuyup di trotoar Aku bergelinjang geli di bawah hujan sebagaimana kamu tertawa di atas api unggun Aku menampung air hujan sebagaimana kamu membanjur rumah dengan minyak tanah Aku terpejam kehujanan sebagaimana kamu tidur berkeringat Aku menelan air hujan sebagaimana kamu menelan ludahmu sendiri Aku menyukai hujan sebagaimana kamu bertahan membenci hujan Aku menatap hujan sebagaimana kamu mengerti diriku Aku berbinar atas hujan sebagaimana kamu mematikan rokokmu di atas bumi yang kehujanan Aku terkejut melihat petir diantara hujan sebagaimana kamu muncul di hidupku

Minggu, 17 Januari 2010

Malam - Ketika semua tertangkap begitu berbayang..


saya suka memotret pada malam hari
ketika semua tertangkap begitu berbayang
seperti sedia menafsir banyak peniruan-pemikiran-pemberotakan
saya memotret tanpa hobi
saya memotret hanya suatu kebetulan saja
saya memotret bukan karena tren
itu busuk sesaat busuk belaka, saya busuk sesaat busuk disimpan
saya suka memotret yang dihasilkan sesuatu tampak tidak begitu jelas
tapi menurut saya, saya suka, itu saja
karena saya memotret ini bukan untuk tugas
karena saya memotret ini bukan untuk hobi
karena saya memotret ini karena keadaan
saya suka makna, walau saya tak tahu makna menyukai saya atau tidak..



model tiga foto di atas: febrina triutari
lokasi: duduk trotoar, depan bangunan, angin jalan kota

model: ratna indah lestari
lokasi: depan bangunan, atas tripod trotoar, samping hembus kendaraan kota
yogyakarta! - mereka tidak menahu saya memotret sisi lain.

Tidak ada komentar: