Aku menginginkan hujan sebagaimana kamu bersorak untuk matahari tetap bersinar Aku berdoa disaat hujan sebagaimana kamu mabuk hingga basah kuyup di trotoar Aku bergelinjang geli di bawah hujan sebagaimana kamu tertawa di atas api unggun Aku menampung air hujan sebagaimana kamu membanjur rumah dengan minyak tanah Aku terpejam kehujanan sebagaimana kamu tidur berkeringat Aku menelan air hujan sebagaimana kamu menelan ludahmu sendiri Aku menyukai hujan sebagaimana kamu bertahan membenci hujan Aku menatap hujan sebagaimana kamu mengerti diriku Aku berbinar atas hujan sebagaimana kamu mematikan rokokmu di atas bumi yang kehujanan Aku terkejut melihat petir diantara hujan sebagaimana kamu muncul di hidupku

Sabtu, 16 April 2011

Ukuran Sepatu Bapak, Tidak Lebih Luas dari Hatinya

Tertanggal kejadiannya Enam April 2011.

Waktu saya lagi jalan-jalan di page Facebook orang-orang, bertemu dengan album dagangan sebuah vintage online shop. Dilihat lah oleh saya, beragam sepatu vintage bermunculan. Sebenarnya saya sudah pernah lihat ini sebelumnya, namun terpikirkan dalam hal membelikan sepatu untuk Bapak baru sekarang, karena kebetulan baru ada uang juga.

Kira-kira ukuran kaki Bapak saya itu sama dengan saya, hanya saja memastikan hal tersebut lebih mudah dengan teknologi Short Message Service alias CE-ME-ES. Ya palingan berarti nggak kejutan namanya kalau udah ketauan pake nanya ukuran sepatu segala, cuman saya nggak pikir panjang, terlalu banyak mikir saya jadi tambah pusing, kebetulan waktu itu saya internetannya sambil tidur tengkurap, jadi udah pusing terus laper aja lagi, dalam hitungan milisekon saya akan menderita lebih dari Nikita Willy yang seperti barang barteran.

Panjang alas kaki bapak berapa?

Ukuran sepatu?

Bukan, panjang alas kaki bapak aja berapa cm?


Terus saya sembari lihat komen-komen foto sepatunya yang saya taksir buat Si Bapak, eh ternyata udah sold out, pelis deeeeehh -_____- Sesaat kemudian Bapak membalas,

25,5 cm. Kirain mau dibeliin sepatu. Besok bapak ke Bali.

Hahaha tadi iya, tapi udah laku ternyata, hahaha
Woooohhhh tugas lagi?

Iya, biasaaaa.

Ya, hati-hati ya

Makasih ya. Ass. Wr. Wb.. Jaga kesehatan..

Sip sip sip :)


Kamu mau tahu nggak? Emoticon smile yang saya berikan di sms penutup itu adalah dusta. Demi apapun saya sedih. Saya rindu.

Saya memang termasuk anak yang tidak terlalu dekat dengan orang tua, dalam membicarakan masalah pribadi. Dulu pertama saya tinggal sendiri di Yogyakarta, mungkin seminggu sekali saya selalu ditelfon oleh Ibu dan Bapak saya. Setelah beberapa lama beradaptasi, kira-kira sebulan atau dua bulan, sudah sangat jarang sekali handphone saya berdering dengan nama yang sangat menyejukkan hati.


Saya bersama Bapak, di Kebun Raya Bogor, 2011


Saya bersama Ibu, di Museum Zoologi Bogor, 2011


Sudah ah, nanti Yogyakarta banjir nyaingin Jakarta kan nggak lucu! HAHAHAHAHA

'Hati-hati' Amarah, Membakar Kamar


Saat itu tanggal 24 Januari 2011, saat itu ya, bukan saat ini.
Dan juga bukan pada siang hari seperti cerah silaunya cahaya di atas, itu lampu kamar saya. Selanjutnya saya lupa, sedang mengerjakan apakah saya sehingga tiba-tiba timbul untuk mengabadikan kamar saya yang harus dibakar ini:

















Selama berantakan itu tidak dosa, saya akan terus mengabadikannya. Tapi nggak gitu juga sih, ralat, kalau saya merasa sudah sangat risih dengan ketidakteraturan benda-benda ini, maka saya akan merapikannya. Harusnya saya menampilkan foto yang telah dirapikan. Hanya saja, rapi itu tak tahan lama, mereka sudah kembali seperti semula.
Bagi saya, kamar saya sangat menarik. Bagi saya lho ya, nggak tahu untuk kalian. Untuk apa juga kan? Toh kalian tidak tidur bersama saya. Tapi tenang saja, kalau ada janji orang akan berkunjung, kira-kira satu hari sebelumnya saya akan bergegas merapikannya.
Eh, tapi kalau datangnya tiba-tiba? Tak perlu khawatir, saya akan cepat keluar kamar lalu menutup pintu dari luar dan berkata, "Ke kamar Tari--teman kost dan kuliah saya--aja yuk, disana ada TV."


Lalu, apa inti dari postingan ini? Mau pamer kamar berantakan?
Nggak kok, saya cuman mau pamer colongan curhat, sreaknag hduip syaa benraktaan.

Kamis, 14 April 2011

Chat di Kantor Polisi

Kemarin saya lagi aktifin chat Facebook, lagi ngobrol-ngobrol dan nyambi yang lain juga. Eh, ada yang nyapa di chat, saya bingung karena asing dengan namanya, sejak kapan saya mempunyai teman seperti:


malam :)

yak, malam

lagi di mna ni..??
di roem or di net...?? ;)
sory dah banyak nanya ya....

di kantor polisi
gapapa, wajar kok kalo banyak nanya2 sama polisi

oo pak polisi ya...??
sory ya...?? :(

J***y is offline.


Padahal belum saya garap sampai habis juga, eh doi capcus. You capcus, I remove you.

Kamis, 07 April 2011

SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI