Aku menginginkan hujan sebagaimana kamu bersorak untuk matahari tetap bersinar Aku berdoa disaat hujan sebagaimana kamu mabuk hingga basah kuyup di trotoar Aku bergelinjang geli di bawah hujan sebagaimana kamu tertawa di atas api unggun Aku menampung air hujan sebagaimana kamu membanjur rumah dengan minyak tanah Aku terpejam kehujanan sebagaimana kamu tidur berkeringat Aku menelan air hujan sebagaimana kamu menelan ludahmu sendiri Aku menyukai hujan sebagaimana kamu bertahan membenci hujan Aku menatap hujan sebagaimana kamu mengerti diriku Aku berbinar atas hujan sebagaimana kamu mematikan rokokmu di atas bumi yang kehujanan Aku terkejut melihat petir diantara hujan sebagaimana kamu muncul di hidupku

Senin, 31 Agustus 2009

"Headset, headphone, headache, headbang Ya, headbang! Kamu lihat aku headbang di depanmu? Pasti tidak lihat, karena aku di belakangmu"



Gerbangku dilonceng dengan damai, maka geserlah sedikit rodaku
Pintuku diketuk dengan sampai jumpa di lain waktu, sehingga aku membeli keset selamat datang dengan ejaan bahasa inggris

Aku tidak akan memberimu peluru jika kamu tidak memberiku pistol, seperti aku tidak akan mengeja bahasa tubuh dengan ejaan romawi kuno
Maka yaitu taoi, aku bukan pesuruhmu; tapi lalu maka, janganlah membuatku diam di halte jika kamu tidak kendarai bus

Singkirkan asap rokokmu demi segumpal pikiran nurani, kamu ucap
Kamu ucap itu jernih, aku mengangguk
Aku tidak ingin mengusik hidupmu demi sebatang keegoisan dunia fatamorganan, bukan status, tapi segera buat huruf-huruf baru di facebook-mu untuk lanjutan komentar basi sepanjang masa, namun aku suka, namun kamu

Digital printing, digital, jam digital apakah lebih baik dari jarum jam? Jika ya, lingkari lah aku; jika tidak, bulati lah aku
Aku tidak mencoba untuk membuatmu serba salah, sedangkan aku sedang membaca koran kolom serba-serbi, robek lah aku jika tidak percaya

Headset, headphone, headache, headbang
Ya, headbang! Kamu lihat aku headbang di depanmu? Pasti tidak lihat, karena aku di belakangmu

Otomatis glagaptis, erotis atau erotik, mengkritik, membatik; kamu bisa membatik? Buatkan aku batik dengan asap rokokmu
Ooh, jangan membising, maafkan aku, aku hanya bercanda seperti kamu candai hari-hariku

Mie instan meluapkan kesehatannya, jangan asal
Miesalnya pemiekieranku biesa benar, ietu akan niekmat sepertie indomie walau tiedak sehat, maka darie ietu jangan serieng-serieng membuatku tersenyum lebieh lanjut jieka kamu tak iengien; maaf jangan salahkan aku dan dirimu
Salahkan malam yang selalu diam, sehingga aku melankolis setelah dianalis lewat alis; ketus penulis

Desain kabut menyumput di ketiakmu, tak tahu asam, karena aku menyentuhmu pun nihil
Rangkul lah aku jika kamu sebut sahabat, sehingga aku bisaa mewangi tujuan ketiakmu
Singsingkan lah poniku jika, jika, jika, jika, jika, jika, jika, jika; maaf, aku gugup karena jantungku berombak hebat dan sayangnya aku tak miliki alat catok; kamu

Aku enggan mengetik 'titik' ataupun 'titik-titik' dalam kerts elektronik ini, agar kamu bisa sendiri pecahkan teka-teki yang kita jalani dengan memberiku 'titik' atau mengisi 'titik-titik' di tempat yang kamu suka

Ennjjjoooooooyyy yooouuuurrr lifeeeeeeeeeeeeeeeeee!
I'm just your rubbish-trash-garbage-whatever :P

---
Aulia Vidyarini 2009