Aku menginginkan hujan sebagaimana kamu bersorak untuk matahari tetap bersinar Aku berdoa disaat hujan sebagaimana kamu mabuk hingga basah kuyup di trotoar Aku bergelinjang geli di bawah hujan sebagaimana kamu tertawa di atas api unggun Aku menampung air hujan sebagaimana kamu membanjur rumah dengan minyak tanah Aku terpejam kehujanan sebagaimana kamu tidur berkeringat Aku menelan air hujan sebagaimana kamu menelan ludahmu sendiri Aku menyukai hujan sebagaimana kamu bertahan membenci hujan Aku menatap hujan sebagaimana kamu mengerti diriku Aku berbinar atas hujan sebagaimana kamu mematikan rokokmu di atas bumi yang kehujanan Aku terkejut melihat petir diantara hujan sebagaimana kamu muncul di hidupku

Minggu, 25 Desember 2011

Episode: Hari Raya 22 Desember

Aku Kucil. Seharian yang lalu Harap selalu menyibukkan diri dengan segala ke-sok-sibukannya, entah mengapa terjadi demikian. Mungkin karena aku tak pernah berusaha keras untuk mencari kerja, akan tetapi Harap tak pernah marah padaku tentang hal itu, jikalau marah pun ia pasti mengaku sedang bercanda karena setelahnya ia tersenyum manis padaku. Di saat itu juga, aku baru tahu, tidak selamanya tersenyum manis berarti setuju. Ya, aku tahu, aku mengecewakannya.

Sebulan yang lalu, Harap meminta kaset kosong padaku, maka kuberikan kantong kosong. Seperti yang kuduga, ia hanya melengos dan kembali menonton televisi. Aku selalu memarahi dirinya jika menghabiskan waktu dengan cara menghindari aku. Ia hanya menoleh ke arah dimana aku tidak berdiri disana. Aku dan acara televisi menjadi tidak menarik untuk dipandang, dirinya lebih memilih melihat debu yang tertumpuk tebal dan hanya akan terlihat jika menggunakan kaca pembesar. Ok, satu jam berlalu seperti itu hingga aku akhirnya pergi ke atap.

Disana, aku berpikir. Berpikir dalam-dalam hingga aku tak menemukan apa yang terdalam. Kakiku bergetar, jelas! Itu jelas! Aku sekarang berdiri di atas atap dan tak berani melihat ke bawah, tanah terbawah! Dan harapan terakhirku adalah Harap datang di saat itu juga.

Nyatanya tidak. Harap tak muncul sesuai namanya.

Dialog terakhir yang kuingat, Harap berkata bahwa ketika aku sedang merasa dikucilkan di dunia ini, maka ia akan datang sesuai namanya untuk mengembalikan harapan hidupku. Aku tahu, ia bukan Tuhan, tentu ia tidak akan tahu dimana sekarang aku berada.

Kemudian, dialog terakhir yang tak pernah kuingat, dan akhirnya aku mengingatnya. Adalah Harap melanjutkan kalimatnya; namun aku bukan Tuhan, dimana aku akan terus menjadi yang sempurna, maka maafkan aku jika tak tepati janjiku. Aku berusaha menjadi yang terbaik, bagi diriku sendiri dan sekitarku. Apakah kau tahu, Kucil? Aku selalu ingin mati di dalam rumah yang damai, entah itu jalanan atau box telepon umum. Aku hanya ingin menjadi sederhana, aku pun ingin menjadi yang rumit. Aku ingin menjadi yang rumit hingga sangat rumit dan melihat siapa yang berusaha untuk menyederhanakan hidupku.

Kau sederhana, kau bahagia. Maka pergilah ke ruang televisi menemaniku duduk manis menertawakan dunia ini yang terekam dalam dua belas inch yang kita miliki. Suara Harap membuatku menoleh dari kegelapan yang telah kubuat sendiri, dan seperti itulah dirinya menjadikanku untuk lahir kembali dengan harapan baru.

Terimakasih, Wanita. Terimakasih untuk siapapun yang melahirkan tanggal 22 Desember.



- Anak tunggal dari ibunya Kucil.





---
Copyright 2011 Aulia Vidyarini

Untuk cerita Kucil dan Harap lainnya bisa dilihat di http://www.facebook.com/aulia.vidyarini/notes :)

Sabtu, 17 Desember 2011

Tentang Tantang 2012



Objek foto tertangkap oleh kamera saya pada saat menghadiri pameran Biennale XI di Jogja National Museum (JNM), tertanggal Dua Puluh Enam November 2011.

Sedangkan kalimat jatuh ketika saya sudah mulai jatuh tertanam tanah yang digali sendiri di akhir 2011, kemudian berpikir tentang uang yang dikeluarkan orang tua belum balik modal. Akhirnya bangkit lah saya dari kubur!

Karena setelah ini kita akan holidaaayyy, holidaaayyyyyyyyyy!! :D


//Soundtrack: Arcade Fire - Wake Up

---
Copyright 2011 Aulia Vidyarini

Kamis, 01 Desember 2011

Blender Ibunya //Rcaukmrau

Saya berencana untuk bikin lagu gitu, sejenis musikalisasi puisi atau apalah, hanya saja ini baru tahap pembuatan liriknya, hahahaha :p

Buat asik-asikan aja sih, nama Racau Kemarau juga mungkin bisa berganti lagi, hahahaha (lagi) :p (lagi)


"Blender Ibunya"
by Racau Kemarau

Ibunya kemarin beli blender
Anaknya kemarin beli narkoba
Anaknya tahu cara menggunakan blender
Ibunya tak tahu cara menggunakan narkoba

Ibu dulu tak kenal narkoba
Anak dulu sudah kenal blender
Lalu ia memblender narkobanya
Dicampur uang receh
Dicampur ijazah SMP
Dicampur perhiasan ibu
Dicampur semuanya tanpa takaran

Ibu beli blender buat jualan jus
Anak beli narkoba bukan buat jualan jus
Tapi karena ibu beli blender buat jualan jus
Anak jualan jus narkoba pakai blender ibunya

Ibunya dipenjara
Anaknya diam
Ibunya punya rumah baru 3 x 3 dibagi 9
Anaknya menangis

Anaknya menangis sebulan dua bulan
Sebulan dua bulan anaknya tak beli narkoba
Ia menangisi ibu karena tak meninggalkan uang sepeserpun 'tuk beli narkoba

Anaknya sakaw
Ibunya tidak sakaw
Anaknya mati sendiri
Ibunya mati bersembilan


---
Copyright 2011 Aulia Vidyarini

Senin, 24 Oktober 2011

Letter to You: "Kemarau."











"Kamu tahu ‘gak,

kalau kita mau denger hujan,

kita harus mengarak awan dulu,

melihat gelapnya mendung,

terkejut karena petir,

ditambah lagi

jika ada beberapa orang yang masih ingin matahari;




kita harus memperjuangkan alasan kita kenapa harus hujan,

lalu setelah itu

kebaikan hujan akan turun

sesuai doa kita.."











---
//AVOOLCOOL
Copyright 2011 Aulia Vidyarini

Kamis, 29 September 2011

Drawing Lovers #3 (Open for Submission)

DRAWING LOVERS #3 ELECTRONIC
Yogyakarta 28/29 oktober 2011, @Sangkring Art Project

OPEN FOR SUBMISSION:

“ELECTRONIC “ adalah tema karya yang kita pilih kali ini, Seiring perkembangan teknologi yang pesat pasti akan membawa dampak yang besar dalam kehidupan masyarakat, kita tidak bisa terlepas dari barang-barang elektronik. Kita sering melihatnya, mendengarnya, memainkannya, mengendarainya, bahkan mengantunginya. Hari ini, Kita hidup dalam zaman elektronik, Bagaimana gambaran tentang barang- barang elektronik bagi seorang seniman? Sejauh mana peran elektronik dalam hidup kalian? apa redefinisi kalian tentang elektronik? Tuangkan segala pikiran anda tentang electronic dalam sebuah drawing.

JENIS PAMERAN: Slide Show

JENIS KARYA: Soft copy
Karya berupa drawing dengan teknik dan media yang bebas dan beragam, karya dikirim berupa file format jpeg (scan drawing/foto drawing), GIF, stop motion, maupun video drawing.

karya dikirim dalam format softcopy resolusi 300 dpi, dengan sisi terpanjang minimal 2000 pixel ke email drawinglovers@yahoo.com
beserta lampiran berupa:
KONSEP KARYA
DATA DIRI SENIMAN (nama, no handphone, email/blog/web )
DATA KARYA (judul, media, dimensi, tahun pembuatan)

DITERIMA SELAMBAT LAMBATNYA TANGGAL 18 OKTOBER 2011

Tim seleksi : Wahyudin as. Hendra himawan. Sunardi. Feri Pradigdo


---

Ilustrasi poster : Sunardi

Sabtu, 24 September 2011

Letter to You: "Tukang Cabut Bom di Gereja Kepunton, Solo."

Yang gue inget,

bom itu bentuknya kalo dicabut atasnya

terus dilempar meledak deh.

Kalo bom bunuh diri,

kayak otak dicabut dari kepala manusia.

Kosong!

Jumat, 23 September 2011

The Prologue of Kucil and Harap

#1
Perkenalan Si Kucil dan Harap//

Ini cerita tentang sepasang kerbau yang tinggal satu rumah. Kerbau satu namanya Kucil, yang lainnya Harap. Mereka membuat setting sendiri ditakdirkan bersama karena sama-sama senang jalan-jalan. Atau begini singkatnya, mereka senang berpetualang di kota orang karena menyukai.. jalan-jalan? Oh bukan, karena mereka saling menyukai namun tidak saling menyatakan. Jika berpetualang, Kucil saja yang menyukai, kalau Harap tidak karena dia sering mabok di perjalanan. Nah, Kucil ini senang sekali hatinya jika melihat Harap muntah-muntah terus, karena ia merasa Harap sebentar lagi akan melahirkan anaknya, padahal Harap hamil saja tidak, nikah saja belum, dan ah! Melamar saja tak berani si Kucil itu.

Kucil ini jantan berumur sekitar 20-30an, karena kadang ia merasa sangat muda dan kebalikannya. Akan tetapi ia bukan pelupa akut dan labil, hanya saja ia lebih senang mengalir apa adanya bagaimana sifat yang dimiliki.

Sedangkan Harap adalah betina yang pasti berumur 23, namun ia memiliki kelainan ketika menulis sebuah blanko. Seperti di suatu contoh yakni ia menuliskan angka 32 tahun, dan si Harap diceletuk ibu-ibu sebelah, “ibu awet muda sekali ya?” senyum kaget ibu-ibu itu ditanggapi sinis olehnya. Ia berkata bahwa ia berumur 23 tahun, bacalah dari kanan ke kiri, seperti sedang mengaji.

Begitulah.

Jangan terlalu terpaku pada deskripsi tadi, karena satu minggu yang akan datang pun mungkin akan berubah. Bisa juga satu menit lagi. Karena ini hanya dunia milik kami bertiga.

---

//Soundtrack: 311 - Two Drops In The Ocean
Copyright 2011 Aulia Vidyarini

Minggu, 31 Juli 2011

12:34 AM, Menunggu Sahur Perdana

Ehem, Halo Satu Agustus! Tanggal blog-nya ngaco, masih aja 31 Juli.

First posting nih buat dini hari menjelang sahur, dengan diiringi Going Gone dari The Vines. Maka dari itu, saya niat posting sekarang aja.
Jadi gini, kamu pernah merasa nggak sih memiliki kegandaan dalam diri kamu? Maksudnya bukan bunting, berbadan dua, gitu. Nggak gitu maksudnya.

Misalnya contoh kecil yang sangat 'hahaha' banget.
Saya nge-fans, eh jangan gitu ah bahasanya, saya menggem
ari atau menyukai dua musisi yang berbeda karakter. Dimana Matt Tong sebagai drummer band Bloc Party dan vokalis The Vines bernama Craig Nicholls.

Matt Tong | Drummer Bloc Party

Jika dilihat fisiknya saja, sudah tampak bedanya. Matt Tong yang ternyata sudah membuntingi wanita setelah memperistrinya, membuat saya menggalau ng
gak gulita. Soalnya udah keliatan impossible-nya juga kalau dia nggak punya istri, hahahaha

Craig Nicholls | Vokalis The Vines

Sedangkan Craig Nicholls yang saya terka sendiri masih lajang ini, memiliki karakter yang unik cenderung weird buat saya, karena doi nih mem
iliki syndrom apa gitu yah namanya lupa. Kamu search aja di wikipedia muncul noh, kalau saya ketik ulang mending nama blog saya diganti jadi lettersfromwikipedia aja kalau gitu.

Oke deh lanjut ya, pada intinya saya hanya ingin bertanya-tanya, entah pada kamu atau hanya sebatas monitor masing-masing, kalau.. ya gituh. Ngerti nggak sih?

Ngomong-ngomong sekarang jam 12:34 am, wajar lah ya kalau kepala saya harus agak dibentur buat memperjelas apa maksud dari tulisan ini -___-

Kamis, 28 Juli 2011

AAA
AA
A

#random on Twitter (@auvdyrn)


Jadi, waktu itu tanggal 18-19 Juli saya melakukan #random tweet. Bukannya dua hari penuh, saya puasa aja sekalian, ngerti ga maksudnya? Ya udah nggak perlu dipikirin.

Jadi, tengah malam sampe dini hari mah
biasa lah ya pikiran agak melenceng, karena waktu itu posisi tidur juga lagi nyamping.

Jadi, maklum aja kalo gitu.

Sebenernya tulisan tiga paragraf di atas itu nggak mesti di paragraf terpisah, cuma ya udah lah ya. Ini isi tweet ngawur agak curcol saya:





/1
Pengen belajar beatbox, biar klo tersesat di hutan terpen
cil, gw masih berasa di kota

/2
The bull of shit: lembu jantan lagi duduk

/3
Kalo Kebun Raya Bogor punya saya, bakal saya pasangin figura bergambar orang-orang yg sudah keluar masuk dalam mata saya

/4
Misalnya besok saya melahirkan karena ternyata lemak ini menumbuhkan janin, maka besok saya puasa

/5
Kadang kalo orang terlalu berisik ngomongin urusan orang, mereka magang aja besok di acara infotainment

/6
Patung iri gak ya sama robot. Mungkin terkadang nggak, karena patung enak ga usah disuruh2

/7
Sms sering buat salah paham, tapi orang2 lebih milih perang daripada keabisan pulsanya

/8
Kalo saya naik Kora2 di Dufan terus kepental, kemana ya.. Kalo mikirin itu saya bersyukur lagi gak punya uang sekarang

/9
Mau berantas kemiskinan, bikin aja trend bagi2 rejeki kayak trend2 yg lainnya, pasti follower-nya trend riya jadi banyak

/10
Ada yg pamer punya Blackberry. Terus sowat? Laptop saya qwerty-nya lebih gede daripada Anda aja biasa

/11
Kalo saya punya anak, gak ada rencana buat masukin ke Pildacil. Nanti saya nangis darah diceramahin anak sendiri

/12
Suka ada yg bilang Facebook sekarang ngebosenin. Sebenarnya Anda yg membuat hidupnya si Facebook membosankan

/13
Dulu di pagi hari waktu saya kecil suka menabuh bantal layaknya drum. Sekarang saya mengais2 bantal walaupun ada bedug ditabuh

/14
Kdg wktu di Jogja sy pgn jajan di supermarket yg byk bgt, abs itu di dpn kasir sy blg klo uangnya msh di Ibu sy. Ibunya di Bgr

/15
Ngmg asal tnpa dpkir itu kdg enk bgt. Tp klo dikatain org gila lgsg marah. Brarti marah itu enk. Pantes skrg hawanya panas

/16
Sy yakin deh, abs #random gini follower sy lgsg brkurang. Ya sowat sih, asal jgn tmn akrab aj yg prgi. Klo prgi brarti tmnannya ga ikhlas :)

/17
Knp cewek ska sensian klo lg PMS? Soalnya udah tau lagi cekak, harus juga beli pemba**t! Gmn gw gak sensi duit abis gini! <-- Tuhkan

/18
Klo sy jd ank jlnan, sy mau kerja buat ngmplin uang. Buat beli selimut. Karena di rumah aj dingin bgt, apalagi yg terlantar :(

/19
Sbnrnya band2 yg mngawali namanya dgn 'The' itu brarti org Sunda. Soalnya dia niat nls 'Teh' malah jd 'The'. Biasa, kelakuan Ms.Word

/20
Klo ngeliat baterai hp udah tinggal satu tp masih dipake terus tuh jd inget jaman2nya UAS

/21
Skrg saya tau kenapa kebanyakan yg suka senja itu suka galau. Soalnya dia SENangnya JArang

/22
Saya kenal fashion itu semenjak mata saya minus. Ini namanya mengambil berlian dari tumpukan kerikil

/23
Dulu sy menciptakan karakter 1 itu si kurus. 2 itu si cerewet. 3 itu si kocak. 4 itu si kaku. 5 itu si gaul. 6 itu feminim. 7 itu si playboy. 8 itu si gemuk. 9 itu si cool. Kalo 0 dulu sy ga menyebut itu angka, tapi karet gelang

/24
Kdg sy pgn jd tkg ojeg payung. Karena bs ujan2an & beli obat masuk angin pk duit pnghasilan td. Semuanya berputar, karena bumi bulat

/25
Dlu sy prnah blg ke Ibu pgn pnya jin. Trs sy kok bgng Ibu nnya ukuran. Trnyata Ibu ngira clana jeans. Dan mksd sy jin kyk Jin & Jun

/26
Suka sedih ya klo ditinggalin sama orang yg sgt berarti? Tapi lebih sedih lg klo ditinggalin sama nafas. Dsini dlu #random -nya. Nite all :)

---

Jadi, maaf kalau merasa saya nyampah di timeline kalian yang pernah membacanya. Feel free to unfollow :) Soalnya twitter buat saya itu sebagai jurnal online berjalan, ya yang sekalian kalo kalo ada yang ngerespon lumayan buat mengisi hari.

Jadi, kadang saya bisa tiduran mantengin handphone buat twitter-an sama kalian. Sampe-sampe waktu itu ada tiga harian mata saya menangkap semuanya berbayang. Ini bukan kiasan, tapi memang mata saya kayak jereng gitu. Don't try this lah pokoknya, karena mata adalah salah satu modal menarik ketika kamu nggak punya hati, HAHA

Minggu, 17 Juli 2011

Mimpi Dahsyat!

Judulnya 'Mimpi Dahsyat!' yang saya alami waktu hari Sabtu, 16/06/2011. Memang nggak nakal judulnya, karena sengaja saya ambil dari spontanitas kalimat yang terpikirkan sehabis bangun tidur dan mengalami kali pertama mimpi panjang yang tanpa babak terpisah!

Yang saya takjubkan, disana banyak temen-temen saya, udah bener-bener reunian, tapi anehnya orang-orang akrab yang dari SD sampai SMA malah nggak ada.

Ini tulisan sengaja nggak saya edit, biar keliatan gimana cerita sehabis bangun tidur di notes handphone, dan biar ga ditambahin bumbu-bumbu lagi. Waktu saya transfer ke Ms. Word ternyata dapet empat halaman ukuran A4!

Saya nulis cerita ini dari sekitar jam 07.30 sampe jam 09.30 yang belum dipotong sama waktu pipis, haha

---

Artis Mimpinya:

1. Fahmi Rasyid, teman SMP

2. Yerikho Naektua Purba a.k.a Iyeq, teman kampus

3. Dimas Galih Oktavian a.k.a Samid, teman kampus

4. M. Chika Pradana, teman SMA-kampus

5. Elfa Swaratama a.k.a Malee, teman kampus

6. Andhika Wicaksono, teman kampus

7. Janur, salah satu atlit Slonong Boys

8. Alm. Arif Rachman Suherman, teman SMA

9. Febrina Triutari, teman kampus

10. Yessy Meirliane a.k.a Echi, teman SMA

11. Ratna Indah Lestari, teman kampus

12. Erlina Novia, teman kampus

13. Dini Triwuryani a.k.a Orin, teman kampus

14. Orang Stres Kost Tamsis (Prek You Always!!)

15. Mbak Lia Nirawati, teman kampus

16. Pemimpin dan Tentara Amerika

17. Diazsepta Galuh Lazuardi, teman SMA

18. Suku Dayak

19. Ririn Khaerunnisa, teman SD

20. Paramita Demira , teman SD

---

Mimpi dahsyat! - Sabtu, 16/06/2011

Reunian sama temen SMA sama temen SD nya siapa gatau. Sama ada anak2 kampus.

Reuni ke pantai yang punya jalan tembus lingkar. Disitu ketemu fahmi SMP dan temen2nya dia. Ada yerikho dkk adik kelas yang lagi jalan tanjakan jalan tembus dari pantai ke gedung. Padahal ada jalan lingkar yang lewatin pantai tp memang agak jauh. Gw ga lewat situ. Gw lewat tanjakan bareng yerikho dkk adek kelas.

Reuni ke pantai sambil nonton slonong boys di gedung itu. Katalog gajadi postcard. Di kertas setengah vertikalnya A2. Tulisan ditulis tangan. Yang ternyata tulisannya samid yang jelek banget. Soalnya disitu direka2, tulisan kecil2 dibentuk tebal tipisnya biar ngebentuk gambar binatang naga. Pake pulpen standard warna biru. Disitu juga ada majalah indie dulu2, ada sketceria juga dengan warna warninya. Disitu gw dateng udah ada sebagian anak2 dolltrap. Ternyata ada games-nya, gw nonton yang maen2 games-nya. Ada chika, malee, andhika, samid mah nari2, dll ga kenal. Chika malee dan temennya ga kenal, kayaknya si janur, itu maen games-nya mancing permen lolipop bentuknya kotak tapi ga runcing, warna warni transparan. Gw nanya sama malee boleh ga minta permennya, dengan galaknya malee bilang ga boleh 3x. Yaudah akhirnya gw ngeliat ke meja katalog yang ternyata ada si andhika. Gw kaget katalognya kagak bisa dibaca. Pokoknya jelek banget. Gw tanya andhika eh dia molor, ternyata gw ngomong sendiri ga diwaro. Yaudah gw pergi jalan2 di dlm gedung sambil liat pamerannya.

Suasana udah ricuh tawa2 tanpa mabok. Terus gw ngeliat alm arif berdiri, dia agak gemuk, sambil senyum berdiri di sebelah temen SMA. Terus gw ngasih tau chika. Kata dia, emang, emang ada. Chika sama anak2 langsung ngehampirin alm arif terus ngajak beliau suruh masuk ke raganya chika. Dia ngomong tentang cinta sejatinya di tempat apa gitu lupa. Terus akhirnya pada ngumpul semua. Ada yang negur pd ngomongin apa sih, itu dari anak2 kampus dateng dari seberang kiri. Dikasih tau ada dialog sama almarhum. Terus langsung pada ngehampirin. Disitu ada pacarnya temen yg dateng juga, eh dia agak berlagak tidak senonoh, disitu gw berpikir langsung tdk positif tapi tau ternyata ini mimpi, langsung mengucap alhamdulillah. Kami duduk melingkar agak gak beraturan.

Tiba2 tari dateng pake kolor sama pake kaos dateng2 tiba2 basah, kondisinya sama kayak pas di ultahnya di pantai yg dikerjain. Dia ngomong tentang, pertamanya ke anak2 yg di deketnya dulu, eh coba tanyain tentang siapa sebenarnya yang minta pajak lebih dari pantai dan makanan ke beliau. Langsung anak2 nyuruh tari ngomong langsung ke alm. Beliau nyengir aja, bilang udah itu urusan gw ga usah diperpanjang. Tapi anak2 gak setuju, beliau harus cerita karena beliau yg nombokin acara skrg sampe 5 kali lipat pajaknya. Gmn coba, dia yg nombokin tp kan beliau udah alm dari lumayan lama. Terus akhirnya anak2 ngasih nama2 yang familiar, gw lupa namanya. Pokoknya ada 3 yang paling familiar itu disebutin, tapi beliau nyengir2 aja tanpa jawaban, terus akhirnya dia keluar dari badan chika dan hilang. Di kerumunan yang td ngejagain badan chika keliatan ada anak2 yang bilang coba2 gw masuk ke badan elu chik. Si chikanya bilang ya ga bisa lah bego sambil ngelepak kepala si itu gatau siapa. Tiba2 chika pake topi yg biasa dipake sama alm.

Disitu anak2 mulai bubar satu per satu. Terus gw mandangin tembok yang tiba2 isinya penuh tulisan nama2 tersangka yang tadi diceritain bareng alm. Gw sama echi putih SMA yg tiba2 nongol mulai berdiskusi, menganalisa, mengambil kesimpulan, akhirnya ditemukan 3 nama yang ujung2nya ternyata nama 3 orang yang familiar itu. Setelah itu kita berencana buat ngusut perkara ini dan melaporkannya. Abis itu kembali menikmati acara, disitu ketemu indah, erli, orin, dkk.

Gw muter2 nonton pameran sendirian yang kemudian terjadi kejadian aneh. Gedung itu dalemnya terdiri dari banyak panel tembok. Setiap gw ngelewatin ruangan dibalik panel tembok sebelahnya langsung mati lampunya, anehnya gada yang protes kenapa mati lampu. Gw jalan lagi ke arah kanan terus di seberang ruangan mati lagi lampunya dan ga ada yang protes. Disitu gw ngeliat ada temennya adek kelas yang ngehampirin gw sambil natap gw aneh dan menyeringai. Kejadian ini gw inget si orang stres bego di mantan kost di tamsis. Bedanya dia rautnya lebih licik, rambutnya udah dipotong jd nggak kriting lagi, tapi yang ini item. Gw was2an dalem hati, sialan ternyata dia udah ga bego lagi, jalannya sekarang cepet. Gw jalan mundur sambil dia ngeluarin yang gw pikir samurai eh ternyata penggaris besi panjang terus dia nyerang gw, gw makin deg2an tapi spontan gw langsung nangkep tangan kirinya terus muter ke belakang badan dia dan dapetlah kedua tangannya gw piting, dan dia jatoh. Gw ketawa kecil sambil ngomong ternyata masih bego aja lu. Penggaris besinya tiba2 ilang. Gw injek tuh badannya berkali2 terus ninjuin mukanya yang ngeluarin ludah. Gw langsung jijik dan eh lepaslah dia berdiri lagi mau nangkep gw dengan muka mesumnya. Gw teriak tolong2, teriaknya pas banget di dua orang sebelah lagi gosip. Dia tanya kenapa, gw jawab itu ada orang stres yang dulu gw ceritain, eh dia malah ngegosip lagi sambil ketawa2, gw mangkel.

Akhirnya ketemu lagi itu orang stres dan gw melakukan hal yang sama seperti tadi tapi agak susah dan disitu gw deg2an banget ninjuin dia sambil teriak2 minta tolong tapi gada yang menghiraukan sama sekali, sekalipun ada orang lewat ngeliat gw panik minta tolong. Akhirnya gw emosi, ngelepasin si orang stres dan lari ke arah kerumunan. Disana gw ketemu sama anak2, ada indah, mbak lia, dll. Gw ceritain tentang adanya orang stres disini tapi cuma oh-oh, trs ngelanjutin obrolan mereka. Gw pengen nangis campur panik. Terus gw teriak2 kalo ada orang stres disini, tapi cuman ngeliat gw abis itu balik lagi joget2. Gw panik sendiri, gabisa tetep di tempat ini, akhirnya gw pergi keluar lari2.

Disana gw mau lari ke jalan tapi tiba2 ada tank sama tentara amerika. Pemimpinnya nyegat gw, gw berjalan mundur hampir sampe balik ke gedung itu lagi. Gw gamau balik ke gedung itu lagi, dan akhirnya gw terpaksa berhenti berhadapan sama pemimpin yang berkumis pirang tipis itu dan di belakangnya tentaranya. Ada sih yang ganteng gw liat, dia juga ngeliat gw, tapi gada waktu buat itu. Si pemimpin ngomong kamu mau ninggalin teman2 kamu lalu saya lempar bom, dia lempar bom ke dalam gedung, gw panik, bomnya ngeluarin asep sedikit demi sedikit. Gw ngeliat ke dia lagi, katanya atau kamu masuk lagi ke dalam selamatkan teman2mu dan saya kasih pistol ini. Gw bimbang karena gw tadi lari karena gada yang peduli gw panik, dan sekarang kenapa gw harus panik sama mereka yang mau dibom. Tp dengan cepat gw ambil pistol ke dalem. Gw pertama2 pengen ngebunuh si orang stres itu tp gada waktu buat itu. Eh ternyata bom yg td dilempar ngeluarinnya aer mancur. Anak2 malah makin seru joget2 di tengah aer yang mancur itu. Gw lari2 nemuin anak2 yg gw kenal, ngasih tau ada tentara diluar ngepung kita. Gw gatau mereka langsung gimana, karena tiba2 gedung udah kayak labirin yang di tiap selanya ada tentara megang adeknya bazooka. Suasana sudah ricuh. Dimana2 merah. Peluru meluncur ke arah kita dan disana pada lari2an. Gw sembunyi buat nembak si tentara. Gatau berhasil kena apa ngga, soalnya gw langsung lari ke arah lain. Disana gw ketemu indah, erli, mbak lia, gw bilang kalian sembunyi sini tapi pas jalan mereka tertembak dan ilang. Gw nangis, gw ga ngerti kenapa ini bisa kejadian. Peluru segede bagong meluncur bertubi2 melurus ke arah gw dan anak2 yg tersisa. Kami udah belepotan arang. Untungnya peluru ngga bisa belok ke bidikannya. Jd gw bisa meliuk2kan badan biar ga kena.

Akhirnya gw lari ke pojokan, eh disana damai banget. Gw ketemu chika sama diaz lagi duduk bersila santai hadep2an sambil makan kwaci. Chika sama diaz manggil gw. Gw kesana terus gabung sama mereka sambil makan kwaci dan ngobrol ketawa2. Disana kita bertiga ngeliat ada orang yg masih lari2 sembunyi, chika manggil dia tapi dia gamau dan akhirnya tertembak mati dan ilang. Pokoknya kita bertiga mah seseruan sampe semuanya hening ngeliat ke sekitar udah gada baku tembak lagi. Akhirnya kita bangun terus jalan mengendap2 ke arah luar. Dan chika nyeletuk, cuma tinggal kita bertiga yang tersisa. Akhirnya kita jalan santai dan ternyata ada tentara yang ngeliat kita sambil nunjuk kita dan teriak masih ada orang2 bogor tersisa. Kita langsung panik kan, dan akhirnya karena gw tadi lari2an dari dikejar orang stres, ngasih tau anak2 ke semua sudut gedung, dan keluar hingga masuk lagi bawa pistol ngasih tau temen2 di tiap sudutnya, akhirnya tercipta labirin di otak yang udah gw rekam.

Akhirnya gw lari menelusuri labirin cepet banget sambil di belakang gw chika dan diaz ngikutin gw dan berusaha bareng biar gada yang kena tembak. Dan ternyata tentaranya bloon karena gada satupun yang kena. Akhirnya kita lari cepet banget nyebrang dan nemuin semak2 tempat persembunyian. Gw chika dan diaz bahagia sambil masih ngos2an. Akhirnya semak2 itu berubah ada pohon kelapa dan tempat duduknya gt. Gw duduk disitu dan eh ternyata itu markas suku dayak. Mati. Kita bertiga panik, chika sama diaz ikut duduk di samping kiri kanan gw. Ada orang dayak yang noel dagu gw sambil bilang apa gitu lupa. Gw panik mampus. Akhirnya kita bertiga mencoba tetep santai sambil bisik2 nyusun strategi dan berapa menitan kita bertiga kabur dengan cepat dan eh kecegat ada mobil panjang yang isinya berseragam kayak tentara td, yang ini kayaknya atasannya soalnya lebih necis dan berkumisnya lebih tebal. Kami tegang udah kayak kena tilang. Si suku dayak yang mau nangkep kami juga tegang nunduk gitu ngeliat si kumis tebal marah2 sambil nunjuk2. Gw sama yg lain bingung, sebenernya kita yang dimarahin apa bukan sih. Tapi pas gw liat si kumis nunjuk2 patung yang di pinggir jalan deket saungnya si suku dayak, gw langsung ngomong, ooh bukan kita, tapi si suku dayak yang ditilang gara2 patungnya melanggar hukum. Akhirnya kita menghela nafas lega yang disadari sama si kumis tebal dan cepat2 kami lari.

Eh ada barisan suku dayak banyak banget dari arah depan di kiri jalan dan kanan jalan. Akhirnya kami lompat ke gorong2, jalan kodok pelan2 dan di ujung eh ketemu orang lagi berdiri. Gw, chika, sama diaz masih jongkok meringkuk. Gw yang di depan panik, apalagi ada cahaya yang bikin muka gw keliatan. Dan akhirnya yang berdiri itu menyadari keberadaan kami. Tapi dia biasa aja, kayaknya dia juga lagi sembunyi. Gak lama orang itu lari keluar gorong2 yang ditutupi semak2. Akhirnya kami jalan membungkuk dan di tepi langsung jalan terus aja udah naik ke jalan aspal lagi. Gw lari sekuat tenaga. Gw duluan yang di depan setelah menyadari chika sama diaz gada. Tp gw megang henponnya mereka juga, di tangan gw ada henpon gw chika sama diaz, eh ada telfon di henponnya chika. Gw bingung dan diam sesaat chika sama diaz udah ada di samping gw. Mukanya chika beler tapi pucet. Gw tanya elu giting chik, katanya diaz nggak dia ngantuk.

Dan akhirnya kita lari2 lagi tapi agak pelan terus dari arus lawan ada sepeda2 jalan. Gw mikir asik kali ya pake sepeda nggak capek bgt kayak gini. Eh ketemu ririn temen SD yang dateng naek pake sepeda. Nyapa kita bertiga ngobrol2 terus sambil jalan bareng eh ketemu mita yang bikin kita berhenti dan gw ririn mita ngomongin soal daleman. Yg gatau kenapa ga perlu gw jabarin karena hanya penting untuk kaum wanita. Akhirnya setelah masalah ga mutu itu terselesaikan, kita berlima lari2 lagi menuju jalan pulang. Gw bertanya, kita dimana nih. Kata chika kayaknya di bantar kemang. Mereka kesana dan gw arahnya beda sendiri gw bingung, lari2 lagi sambil celingukan ngeliat kanan kiri dan akhirnya gw nemu titik terang. Gw di pertigaan bakso bakwan malang yang deket SMA 3. Dan disitu gw bahagia banget walaupun capek, badan dan muka udah cemong2, keringet bikin rambut gw lepek. Gw bahagia dan entah kenapa bisa terbangun. Dan mimpinya selesai :)

---

Soundtrack: Tembang 'Terbunuh Sepi' dan 'Terlalu Manis' dari Slank

Jumat, 01 Juli 2011

Lari dari Milimeter

Kulari bukan untuk bercita atlit
hanya ingin mendahului punggungmu
hingga walau kumenang
hanya ingin mencipta berpuluh-puluh kilometer
Aku bukan untuk mencipta kekalahan
hanya ingin memberi tahu
tak ada lagi satuan milimeter.

Minggu, 01 Mei 2011

Letter to You: "Sukses ya, Teman-teman!"

Kemarin teman saya tanya, "kenapa, U? Bengong terus.."

Dan saya tertawa terpaksa, "galau," lanjut saya asal.

"Galau terus," ujarnya sambil tertawa.

Sebenarnya saya tidak galau, saya hanya malu.
Malu bertemu teman-teman seperti kalian,
batin saya.


*

Sukses ya, Teman-teman!
(Saya ingin berkata lebih dari ini, tapi entahlah nanti saya lanjutkan di surat-surat berikutnya)
:)

Sabtu, 16 April 2011

'Hati-hati' Amarah, Membakar Kamar


Saat itu tanggal 24 Januari 2011, saat itu ya, bukan saat ini.
Dan juga bukan pada siang hari seperti cerah silaunya cahaya di atas, itu lampu kamar saya. Selanjutnya saya lupa, sedang mengerjakan apakah saya sehingga tiba-tiba timbul untuk mengabadikan kamar saya yang harus dibakar ini:

















Selama berantakan itu tidak dosa, saya akan terus mengabadikannya. Tapi nggak gitu juga sih, ralat, kalau saya merasa sudah sangat risih dengan ketidakteraturan benda-benda ini, maka saya akan merapikannya. Harusnya saya menampilkan foto yang telah dirapikan. Hanya saja, rapi itu tak tahan lama, mereka sudah kembali seperti semula.
Bagi saya, kamar saya sangat menarik. Bagi saya lho ya, nggak tahu untuk kalian. Untuk apa juga kan? Toh kalian tidak tidur bersama saya. Tapi tenang saja, kalau ada janji orang akan berkunjung, kira-kira satu hari sebelumnya saya akan bergegas merapikannya.
Eh, tapi kalau datangnya tiba-tiba? Tak perlu khawatir, saya akan cepat keluar kamar lalu menutup pintu dari luar dan berkata, "Ke kamar Tari--teman kost dan kuliah saya--aja yuk, disana ada TV."


Lalu, apa inti dari postingan ini? Mau pamer kamar berantakan?
Nggak kok, saya cuman mau pamer colongan curhat, sreaknag hduip syaa benraktaan.

Kamis, 14 April 2011

Chat di Kantor Polisi

Kemarin saya lagi aktifin chat Facebook, lagi ngobrol-ngobrol dan nyambi yang lain juga. Eh, ada yang nyapa di chat, saya bingung karena asing dengan namanya, sejak kapan saya mempunyai teman seperti:


malam :)

yak, malam

lagi di mna ni..??
di roem or di net...?? ;)
sory dah banyak nanya ya....

di kantor polisi
gapapa, wajar kok kalo banyak nanya2 sama polisi

oo pak polisi ya...??
sory ya...?? :(

J***y is offline.


Padahal belum saya garap sampai habis juga, eh doi capcus. You capcus, I remove you.

Kamis, 07 April 2011

SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI
SEDANG DIRENOVASI

Kamis, 20 Januari 2011

#galau

oke,
saya mau pulang.
aya mau pulan
ya mau pula
a mau pul
mau pu
mau p
mau
ma
u
u
u
u
uh, o-ke
saya belum bisa pulang.

Letter to You: "Pak Pos."

Percaya tidak, mimpi adalah bagian dari pengiriman pos kota yang kau ingin musnahkan atau harapkan?

Ya, tidur siang yang melelahkan. Entah datang dari Ancol, Kebun Raya, atau Kawah Putih; aku yakin satu, hanya satu.

Mimpiku tak tahu sopan santun, aku sudah mulai biasa mengarungi kenyataan, mengapa bisa dibawa arus air padang pasir, seperti kehausan di siang bolong, aku tahu ini bukan mimpi buruk tentang hantu sundel bolong, melainkan mimpi usang.

Aku tak keberatan jika kedatangan lagi, karena aku akan teriak-teriak di telinga Pak Pos, "entahlah kenapa kau kirimkan yang sudah-sudah?"

Aku belum tahu Pak Pos membalas apa, tapi aku akan menyela, "sudah, sudah.. Aku letih."