Aku menginginkan hujan sebagaimana kamu bersorak untuk matahari tetap bersinar Aku berdoa disaat hujan sebagaimana kamu mabuk hingga basah kuyup di trotoar Aku bergelinjang geli di bawah hujan sebagaimana kamu tertawa di atas api unggun Aku menampung air hujan sebagaimana kamu membanjur rumah dengan minyak tanah Aku terpejam kehujanan sebagaimana kamu tidur berkeringat Aku menelan air hujan sebagaimana kamu menelan ludahmu sendiri Aku menyukai hujan sebagaimana kamu bertahan membenci hujan Aku menatap hujan sebagaimana kamu mengerti diriku Aku berbinar atas hujan sebagaimana kamu mematikan rokokmu di atas bumi yang kehujanan Aku terkejut melihat petir diantara hujan sebagaimana kamu muncul di hidupku

Kamis, 08 November 2012

Resolusi 2013.

Seperti apa saja ya rasanya. Bakunya sih gitu bahasanya, kalau santainya ya: Kayak apaan aja ya rasanya! Udah mau 2013 lagi, sekarang aja udah bulan November. Banyak banget yang dilewati, terlewati, hingga masih ada bekas maupun tidak sama sekali.

Kali terakhir saya membuat resolusi itu kalau nggak salah SMP kali yaa.. InsyaAllah sih bener SMP. Hahaha lama banget! Itu juga seinget saya sih isi resolusinya tentang giat belajar dan rajin ibadah. Sweet~

Ya udah deh ah, langsung cus aja ke postingan resolusi saya yang amat sangat sederhana ini. Sederhana namun sulit ya bok!











Copyright 2012 Aulia Vidyarini

Minggu, 19 Agustus 2012

Keluarga.

Pada awalnya manusia adalah sama. Dalam konteks keluarga, pada akhirnya pun akan sama. Lahir, menangis, menyusu, belajar merangkak hingga berjalan, melompat, minum, makan, mengaji (jika dalam agama saya, agama Islam. Buat yang langsung naik alis keluar dari dahi, saya tegaskan saya tidak bicara agama, konteksnya sekarang adalah keluarga. Terima kasih), dlsb.

Proses yang hingga saat ini akan masih diterapkan oleh seorang ibu dan ayah, siapapun yang bisa disebut ibu dan ayah, ibu atau ayah. Kemudian, bagaimana bila bayi itu tidak menangis? Tidak menyusui? Tidak bisa menggunakan kedua kakinya? Minuman tidak sampai kerongkongan? Makan tidak nafsu? Hingga tidak tahu apa yang ia pegang ketika beranjak dewasa.

Kamu tahu bagaimana rasanya goyah tapi tidak ada yang menopang?

Saya pernah. Namun setelah itu saya koreksi. Banyak yang menopang saya, tapi saya tidak tahu, atau tidak mau tahu.

Keluarga adalah hal utama saya dalam hidup ini. Pertemanan yang hingga saya anggap sebagai keluarga. Dan kemudian pria terdekat saya setelah bapak pun merupakan keluarga baru saya. Semua adalah keluarga. Tapi berbeda porsinya.

Seperti harus membagi 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk berdoa/hiburan, 8 jam tidur. Dan saya rindu 8 jam untuk berdoa/beribadah, bukan lagi hiburan.

Berdoa/beribadah dalam ruang lingkup keluarga harus lah sangat membutuhkan ketulusan. Beribadah di luar rumah hanya perlu khusyuk, namun ketika berada di rumah.. semuanya berbeda. Entahlah, itu yang saya rasakan saat ini.

Saya sangat demi Tuhan menyayangi keluarga, baik yang satu darah maupun tidak. Lalu apa pencapaian yang telah saya dapat? Entah. Seharusnya saya sudah menjadi orang yang kuat. Berapa kali saya menikmati mendengarkan curhat teman-teman mengenai apapun, dan alhamdulillah semoga kami bisa mengatasinya. Saya dengan teori padanya, dan ia dengan prakteknya. Karena pada hakikat omong kosongnya, masalah satu di antara kita adalah masalah kita semua. Musuh di antara kita adalah musuh kita semua. Perkataan Cinta dalam film AADC pada akhirnya bullshit kan?

Saya harus mencari kebenaran, bukan pembenaran. Itulah pedoman dari pelajaran hidup yang saya jalani sekarang selama dua bulan terakhir.

Hhhh..

Saya harus menghela nafas dan menyeka apapun yang berjatuhan untuk menuliskan ini. Pembenarannya adalah orang tua saya menginginkan yang terbaik bagi saya, apapun itu terserah saya. Dan kebenarannya adalah, secepat mungkin saya harus berpikir berapa lagi tenaga dan materi yang harus mereka keluarkan untuk ke-terserah-an saya.

Selain berdoa/beribadah, 8 jam lagi saya harus bekerja.

Maka untuk menimbun ke-terserah-an tersebut, saya harus bekerja.

Saya masih kuliah. Sampai saat ini saya masih kuliah. Haram jadah lah dengan apa yang kalian katakan tentang saya, karena demi apapun yang tak terkendali, bumi pasti berputar, dunia sudah berputar, masih bersujud pada penilaian hanya dari satu sudut pandang?

Saya sangat ingin mengakhiri tulisan bangsat ini. Akhir-akhir ini saya sangat pelupa, tapi semoga saja saya tidak lupa akan pertanggung jawaban mengenai akhir dari tulisan ini. Ya, saya harus menemukan solusinya.

Apapun pandangan orang tua terhadap apapun yang tidak tersampaikan, saya harus menghormati. Apapun yang tak tersampaikan dan saya merasakan namun tidak dilaksanakan, itu sepenuhnya bukan urusan saya. Salah siapa yang tak menyampaikan.

Namun, apakah harus mencari kesalahan?

Untungnya saya ingat, yang harus dicari adalah solusi. Bukan kesalahan yang kemudian diperbesarkan. Hahahahahahaha! Demi apa ya, saya ketawa deh baca tulisan ini sebelum saya posting!

Terus, udah dapet solusinya? Belum sih, tapi sudah terbayang saya akan memimpikan apa. Karena demi apapun yang akan datang dan hilang, saya benci rencana.

Tapi saya percaya alasan.

Terus, udah dapet solusinya? Hei, untuk sementara waktu yang kamu bahkan tidak bisa bernafas dalam keadaan terhimpit seperti ini apalagi yang akan kamu inginkan selain merasa lega, hah? Kalau kamu dapat solusi tapi belum merasa lega, akankah kamu jalankan solusi tersebut dalam keadaan terhimpit menjelang mati?

Demi Allah, saya lega. Kamu tahu apa yang saya maksud dari membicarakan keluarga? Perasaan lega.

Ya, itu.

21.15 WIB

Selamat lebaran, selamat merayakan hari kemenangan!

NB:
Saya pernah melihat posting karya orang tentang pemberian selamat kepada teman-temannya dalam rangka hari kemenangan hari raya idul fitri, tapi beliau bicara tentang sebenarnya juga tidak jelas tentang apa yang dimenangkan dalam hari itu. Dan terdengar buruk menurut saya, entah sih, karena itu juga keambiguan penulisan.

Namun seharusnya beliau tahu; satu, bila maksudnya tidak menyepelekan, lebih baik ganti kalimat atau sangat lebih baik tidak perlu diutarakan. Dua, ibarat kata kamu tidak percaya setan itu ada namun kamu pemuja setan. Fool ya, berharap beliau mengoreksi untuk menjadi cool. Semuanya memiliki kesempatan berubah.



Best regards,

Aulia Vidyarini.

Rabu, 25 Juli 2012

AVOOLCOOL #5 OPEN SUBMISSION




AVOOLCOOL #5 (kalo gak salah)

OPEN SUBMISSION

TEMA:
Selembaran Berita Kehilangan

KONSEP:
Yang hilang tak selamanya harus dicari, tapi yang hilang pasti ingin tahu jika dirinya dicari. Karena air bersih saja sekarang sudah mulai dicari. Maka, ingatkanlah sekitarmu dengan rasa kehilanganmu.

CONTOH: Gambar di atas.
Karya bebas, bisa ilustrasi, foto, kolase, typo, dsb.
Asalkan BW/grayscale.

ISI KARYA:
BEBAS (kritik, curhat, saran, dsb. semoga isinya dapat menjadi pelajaran kecil. punten NO SARA)

UKURAN:
BEBAS (max. A4)

FORMAT:
BEBAS (portrait/landscape, BW)

EKSEKUSI LAYOUT:
BEBAS (hanya ada 2 poin yang harus dicantumkan)

YANG HARUS DICANTUMKAN:
- Logo AVOOLCOOL (sila unduh di album foto ini)
- TIM AVOOLCOOL BEKERJASAMA DENGAN: (cantumkan url/nama yang mau dicantumkan)

RESOLUSI:
BEBAS (min. 300 dpi)

BATAS HARI KALAU MAU IKUTAN:
1. TANGGAL 10 AGUSTUS 2012 (spot penempelan masih ramai muda mudi)
2. TANGGAL MALAM TAKBIRAN (penempelan liat sikon)

JUMLAH KARYA:
min. 1 karya, max. 1 karya.

KIRIM KE:
avoolcool@gmail.com (subject: berita kehilangan)

Selembaran nantinya akan dicetak dan diperbanyak, kemudian ditempel di tempat-tempat seperti sekolah, warteg, angkot, kebun raya, wc umum, muka orang! Apapun lah, gimana nanti.
Dan akan didokumentasikan.

LOKASI:
Sementara di sudut Kota Bogor (karena saya sedang pulkam cyinnnn)

DO'A:
InsyaAllah di bulan Ramadhan ini memberikan kemudahan materi dalam membukukan AVOOLCOOL edisi kelima ini.

MINTA TOLONG:
Tolong diaminkan dan diajak teman-temannya. Kalau gak punya teman, cari aja di fesbuk banyak.

Terimakasih :)

-------------------------------------------------
CP:
Au | 085 enam 9299 8778 (sms only)
Kucil | 085 enam 9299 8778 (sms only)
Harap | 085 enam 9299 8778 (sms only)

Rabu, 02 Mei 2012

Episode: Cerita Kucil Tentang Pertemanan



Kucil bersama Aulia sedang duduk-duduk bersila-sila dimana-mana mau tau ajah


Aku sudah tak bisa bercerita lagi. Lebih baik dengarkan lah Kucil bercerita yang saat ini sedang berada di sampingku meminum soda.
---


Hai, aku Kucil. Aku takkan bercerita, aku hanya ingin mencurahkan segala gelap dan terang yang sedang ada di otakku beberapa hari ini. Aku rindu teman-temanku, karena aku tak hanya merindukan seorang Harap. Ia saat ini sedang berjalan-jalan sendiri, saat aku bertanya tentang penawaranku untuk menemaninya, ia menjawab tak perlu karena kau tahu sendiri bahwa wanita kadangkala butuh waktu sendiri. Ya, aku mengangguk dan membeli soda di warung sambil melihatnya yang semakin lama semakin kecil karena sudah menjauh dari pandanganku.

Jadi, aku rindu teman-temanku, bukan karena saat ini aku sedang ditinggal pergi sebentar oleh Harap. Namun karena Harap yang sedang rindu teman-temannya yang menghilang, padahal sebenarnya ia tahu mereka ada dimana. Akan tetapi ia takkan menemuinya, ia sudah lelah untuk menjadi sebuah tali yang harus mengikat, karena mungkin Harap berpikir bahwa teman-temannya sudah tak lagi membutuhkannya. Harap pernah berteriak di saat aku ingin membantunya yang berkali-kali gagal membuat garis lurus di tembok: Aku bisa melakukannya sendiri! Kau lihat sendiri kan sampai sekarang tak ada satupun teman yang membantuku! Karena mereka sok tahu! Mereka sok tahu bahwa aku bisa melakukannya sendiri!

Aku sedih bila Harap sedang marah, karena aku tahu, ia sebenarnya tak marah. Ia sedih, si pemberi harap sedang sedih.

Sama seperti sedihnya aku yang sedang merindukan teman-temanku. Kami dulu sering bertengkar, namun pada akhirnya kami bertengkar dengan diri sendiri. Karena tak seharusnya kami bermain memar hingga darah hanya untuk menentukan siapa yang benar. Padahal di antara kami tak ada satupun yang benar, dan akhirnya kami hanya tertawa kesakitan karena luka di sekitar bibir. Lucu sekali.

Ketika aku tertawa mengingat dan menceritakannya pada Harap, ia hanya menyunggingkan senyumnya kira-kira setengah centimeter, lalu berkata bahwa lebih baik begitu, kalian bertengkar akan perbedaan dan selesai di waktu yang sama. Daripada selalu seiya sekata, sangat harmonis, merencanakan segala kebahagiaan, hingga pada akhirnya kenyataan yang sebenarnya itu muncul di waktu yang berbeda. Kami seperti dibawa ke dimensi masing-masing secara tiba-tiba, hingga pada akhirnya kami tak pernah bertemu lagi. Mungkin tak akan. Itu lebih lucu. Sangat lucu.

Harap bilang itu lucu, tapi ia tak tertawa sama sekali. Yang kulihat ia hanya ketakutan. Harap takut jika air matanya tumpah ketika tulang pipi menyenggol matanya yang sudah berbayang. Ia takut wajahnya basah, padahal tak ada luka di wajahnya. Saat itu aku menunduk, tak kuat melihat Harap yang sedang menutupi kelemahannya, dan berkata padanya bahwa kau tak perlu takut menangis, di wajahmu tak ada luka. Aku tahu, hatimu lah yang terluka. Jadi bila kau menangis, itu takkan perih. Kasihan matamu, Harap, terlalu berat ia menahan air.

Aku mengangkat wajahku dan wajahnya sudah tak lagi terlihat di samping, karena pundak kananku sudah dialiri air matanya yang terluka perih.

Ya, akhirnya aku bercerita juga. Namun itulah gelap dan terangnya hidup. Harap tak selalu terang, dan aku tak selamanya gelap. Ah, sodaku habis, semoga saja Harap pulang membawa soda, kalau bisa sih soda gembira.

Namun.. aku lebih berharap.. bahwa Harap pulang membawa kegembiraannya.








---
Aulia dan Kucil dan Harap, 2012

Kamis, 29 Maret 2012

Alam dan Tangan Kanan Hari


OH! Jejak sempit melawan keterbuaian pada yang lalu-lalu


Alam telah mendambakan kicauan burung-burung yang tak bisa terbang
sedangkan hari batuk-batuk hingga pusing sebelah meracau pada yang kacau

Alam bilang, mengapa kau berkeluh kesah pada yang basah,
sedangkan kau tak menangkis air, kau tak mencoba, kau tak pernah mencobanya

Alam marah pada yang hari-hari berangsur kelam
penuh umpatan, kecaman, teriakan, dan mereka lupa makan

Padahal,
alam telah memberikan hamparan beras kesukaannya

Maka,
hari tak kunjung makan

Hari bilang, aku telah hancur berkecepatan lebih dari pencapaian puncak maksimal,
aku telah habis dimakan waktu, aku tak bisa menangis,
hanya kau yang bisa menangis menghujani panasnya aku

Hari kelaparan belai kasih lagi mesra pada alam yang telah dirusak tangan kanannya sendiri
Tangan kanannya sendiri yang merusak alam sahabatnya

OH! Jejak sempit melawan keterbuaian pada yang lalu-lalu

Lalu apalagi yang harus kita percaya?

Asdghjshfdkjncudiyudyusahbdsbaxhvzbcmxzmcnxcmbvmcvcvxcnjjjjjjjjjjjjjjjng

Hari pergi ke toko daging,
meminjam bilah-bilah berkilau,
Hari memotong tangan kanannya,
tangan kanannya dipotong

Tangan kanan yang lainnya berdecak rupiah,
tangan kanan hari dijadikan masakan spesial

Lalu apalagi yang harus kita percaya? Sedangkan tangan kanan memakan tangan kanan yang lainnya

Alam tak lagi murka,
Alam
telah
mati
rasa


---
Aulia Vidyarini, 2012

Selasa, 21 Februari 2012

Pamit tuk Berangkat Mengawali

Bogor, 21 Februari 2012

Panas adalah yang teratas, saat ini
di taman meja dan kursi tertanam
aku terduduk agak lelah menikmati kelelahan
Rabu menjadi yang terjepit pada kepulanganku kali ini,
di batu bundar miring aku bersaksi pada panas

Lingkaran-lingkaran sunyi tanpa mata normal menjadi pemandangan yang indah
Anginnya bersepoi merdu
Rumputnya menghijau dan membiru
menjadi awan yang memelukku di pukul tiga cerah

Ada yang berpasang, bertrio, bercatur, berpanca, dan berpangku tangan
yang entah menilik apa terdalam disana

"Lebih baik terpapar sinar matahari
daripada ditampar yang menari
Selamat siang pada yang sore.."

Aku merinding, ya, aku bergetar
bagai klakson beroda menghantam bermain gendang di telingaku
Tak ada yang buruk, kecuali menjadi seorang penyepi,
hingga
untuk hari ini kubiarkan menjadi seorang hawa yang ingin dikenang

Atas lembutnya kapas yang terbang,
aku pamit pada yang beban ini

Salam mengudara,
Aulia Vidyarini

Selasa, 31 Januari 2012

AVOOLCOOL #1




jika ingin download silahkan tidak dipaksa, jika tidak ingin juga saya tidak memaksa :)


AVOOLCOOL
Jans, 2012