Aku menginginkan hujan sebagaimana kamu bersorak untuk matahari tetap bersinar Aku berdoa disaat hujan sebagaimana kamu mabuk hingga basah kuyup di trotoar Aku bergelinjang geli di bawah hujan sebagaimana kamu tertawa di atas api unggun Aku menampung air hujan sebagaimana kamu membanjur rumah dengan minyak tanah Aku terpejam kehujanan sebagaimana kamu tidur berkeringat Aku menelan air hujan sebagaimana kamu menelan ludahmu sendiri Aku menyukai hujan sebagaimana kamu bertahan membenci hujan Aku menatap hujan sebagaimana kamu mengerti diriku Aku berbinar atas hujan sebagaimana kamu mematikan rokokmu di atas bumi yang kehujanan Aku terkejut melihat petir diantara hujan sebagaimana kamu muncul di hidupku
Tampilkan postingan dengan label Bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bogor. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 November 2014

Cerpenyet (Cerita pendek banget ny*t): "Bingung Sendiri."

Aku memiliki sebuah cerita. Ini bukan sesuatu yang direncanakan alurnya, tiada konsep atau bagaimana ending-nya. Hanya aliran darah saja yang kupunya.

Cerita ini tentang sebuah kertas origami yang ditinggalkan oleh sang pelipatnya, sehingga ia tampak datar dan selalu begitu.

Suatu ketika, kertas berwarna itu senang mewarnai dirinya sendiri dengan cat hitam, yang dulu dibeli oleh sang pelipat dengan tanpa dipakainya. Entah mengapa, ia tak tampak heran dengan dirinya yang tiba-tiba menjadi bertangan.

Hitam tubuhnya, habis ia tumpahi, lumuri, dan basah semuanya.

Seharusnya ia tahu, sang pelipat membeli itu untuk mewarna yang lain. Tapi mengapa si kertas bertindak bodoh sendirian?

Ketika kubertanya seperti itu, si kertas hanya menghardikku dengan ucapan, “Siapa kamu, hah?”

Aku pun bingung aku ini siapa tiba-tiba bertanya kepadanya.

Ya sudah, aku pun jadi bingung sendirian.





Copyright 2011 Aulia Vidyarini

Minggu, 19 Agustus 2012

Keluarga.

Pada awalnya manusia adalah sama. Dalam konteks keluarga, pada akhirnya pun akan sama. Lahir, menangis, menyusu, belajar merangkak hingga berjalan, melompat, minum, makan, mengaji (jika dalam agama saya, agama Islam. Buat yang langsung naik alis keluar dari dahi, saya tegaskan saya tidak bicara agama, konteksnya sekarang adalah keluarga. Terima kasih), dlsb.

Proses yang hingga saat ini akan masih diterapkan oleh seorang ibu dan ayah, siapapun yang bisa disebut ibu dan ayah, ibu atau ayah. Kemudian, bagaimana bila bayi itu tidak menangis? Tidak menyusui? Tidak bisa menggunakan kedua kakinya? Minuman tidak sampai kerongkongan? Makan tidak nafsu? Hingga tidak tahu apa yang ia pegang ketika beranjak dewasa.

Kamu tahu bagaimana rasanya goyah tapi tidak ada yang menopang?

Saya pernah. Namun setelah itu saya koreksi. Banyak yang menopang saya, tapi saya tidak tahu, atau tidak mau tahu.

Keluarga adalah hal utama saya dalam hidup ini. Pertemanan yang hingga saya anggap sebagai keluarga. Dan kemudian pria terdekat saya setelah bapak pun merupakan keluarga baru saya. Semua adalah keluarga. Tapi berbeda porsinya.

Seperti harus membagi 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk berdoa/hiburan, 8 jam tidur. Dan saya rindu 8 jam untuk berdoa/beribadah, bukan lagi hiburan.

Berdoa/beribadah dalam ruang lingkup keluarga harus lah sangat membutuhkan ketulusan. Beribadah di luar rumah hanya perlu khusyuk, namun ketika berada di rumah.. semuanya berbeda. Entahlah, itu yang saya rasakan saat ini.

Saya sangat demi Tuhan menyayangi keluarga, baik yang satu darah maupun tidak. Lalu apa pencapaian yang telah saya dapat? Entah. Seharusnya saya sudah menjadi orang yang kuat. Berapa kali saya menikmati mendengarkan curhat teman-teman mengenai apapun, dan alhamdulillah semoga kami bisa mengatasinya. Saya dengan teori padanya, dan ia dengan prakteknya. Karena pada hakikat omong kosongnya, masalah satu di antara kita adalah masalah kita semua. Musuh di antara kita adalah musuh kita semua. Perkataan Cinta dalam film AADC pada akhirnya bullshit kan?

Saya harus mencari kebenaran, bukan pembenaran. Itulah pedoman dari pelajaran hidup yang saya jalani sekarang selama dua bulan terakhir.

Hhhh..

Saya harus menghela nafas dan menyeka apapun yang berjatuhan untuk menuliskan ini. Pembenarannya adalah orang tua saya menginginkan yang terbaik bagi saya, apapun itu terserah saya. Dan kebenarannya adalah, secepat mungkin saya harus berpikir berapa lagi tenaga dan materi yang harus mereka keluarkan untuk ke-terserah-an saya.

Selain berdoa/beribadah, 8 jam lagi saya harus bekerja.

Maka untuk menimbun ke-terserah-an tersebut, saya harus bekerja.

Saya masih kuliah. Sampai saat ini saya masih kuliah. Haram jadah lah dengan apa yang kalian katakan tentang saya, karena demi apapun yang tak terkendali, bumi pasti berputar, dunia sudah berputar, masih bersujud pada penilaian hanya dari satu sudut pandang?

Saya sangat ingin mengakhiri tulisan bangsat ini. Akhir-akhir ini saya sangat pelupa, tapi semoga saja saya tidak lupa akan pertanggung jawaban mengenai akhir dari tulisan ini. Ya, saya harus menemukan solusinya.

Apapun pandangan orang tua terhadap apapun yang tidak tersampaikan, saya harus menghormati. Apapun yang tak tersampaikan dan saya merasakan namun tidak dilaksanakan, itu sepenuhnya bukan urusan saya. Salah siapa yang tak menyampaikan.

Namun, apakah harus mencari kesalahan?

Untungnya saya ingat, yang harus dicari adalah solusi. Bukan kesalahan yang kemudian diperbesarkan. Hahahahahahaha! Demi apa ya, saya ketawa deh baca tulisan ini sebelum saya posting!

Terus, udah dapet solusinya? Belum sih, tapi sudah terbayang saya akan memimpikan apa. Karena demi apapun yang akan datang dan hilang, saya benci rencana.

Tapi saya percaya alasan.

Terus, udah dapet solusinya? Hei, untuk sementara waktu yang kamu bahkan tidak bisa bernafas dalam keadaan terhimpit seperti ini apalagi yang akan kamu inginkan selain merasa lega, hah? Kalau kamu dapat solusi tapi belum merasa lega, akankah kamu jalankan solusi tersebut dalam keadaan terhimpit menjelang mati?

Demi Allah, saya lega. Kamu tahu apa yang saya maksud dari membicarakan keluarga? Perasaan lega.

Ya, itu.

21.15 WIB

Selamat lebaran, selamat merayakan hari kemenangan!

NB:
Saya pernah melihat posting karya orang tentang pemberian selamat kepada teman-temannya dalam rangka hari kemenangan hari raya idul fitri, tapi beliau bicara tentang sebenarnya juga tidak jelas tentang apa yang dimenangkan dalam hari itu. Dan terdengar buruk menurut saya, entah sih, karena itu juga keambiguan penulisan.

Namun seharusnya beliau tahu; satu, bila maksudnya tidak menyepelekan, lebih baik ganti kalimat atau sangat lebih baik tidak perlu diutarakan. Dua, ibarat kata kamu tidak percaya setan itu ada namun kamu pemuja setan. Fool ya, berharap beliau mengoreksi untuk menjadi cool. Semuanya memiliki kesempatan berubah.



Best regards,

Aulia Vidyarini.

Selasa, 21 Februari 2012

Pamit tuk Berangkat Mengawali

Bogor, 21 Februari 2012

Panas adalah yang teratas, saat ini
di taman meja dan kursi tertanam
aku terduduk agak lelah menikmati kelelahan
Rabu menjadi yang terjepit pada kepulanganku kali ini,
di batu bundar miring aku bersaksi pada panas

Lingkaran-lingkaran sunyi tanpa mata normal menjadi pemandangan yang indah
Anginnya bersepoi merdu
Rumputnya menghijau dan membiru
menjadi awan yang memelukku di pukul tiga cerah

Ada yang berpasang, bertrio, bercatur, berpanca, dan berpangku tangan
yang entah menilik apa terdalam disana

"Lebih baik terpapar sinar matahari
daripada ditampar yang menari
Selamat siang pada yang sore.."

Aku merinding, ya, aku bergetar
bagai klakson beroda menghantam bermain gendang di telingaku
Tak ada yang buruk, kecuali menjadi seorang penyepi,
hingga
untuk hari ini kubiarkan menjadi seorang hawa yang ingin dikenang

Atas lembutnya kapas yang terbang,
aku pamit pada yang beban ini

Salam mengudara,
Aulia Vidyarini

Minggu, 31 Juli 2011

12:34 AM, Menunggu Sahur Perdana

Ehem, Halo Satu Agustus! Tanggal blog-nya ngaco, masih aja 31 Juli.

First posting nih buat dini hari menjelang sahur, dengan diiringi Going Gone dari The Vines. Maka dari itu, saya niat posting sekarang aja.
Jadi gini, kamu pernah merasa nggak sih memiliki kegandaan dalam diri kamu? Maksudnya bukan bunting, berbadan dua, gitu. Nggak gitu maksudnya.

Misalnya contoh kecil yang sangat 'hahaha' banget.
Saya nge-fans, eh jangan gitu ah bahasanya, saya menggem
ari atau menyukai dua musisi yang berbeda karakter. Dimana Matt Tong sebagai drummer band Bloc Party dan vokalis The Vines bernama Craig Nicholls.

Matt Tong | Drummer Bloc Party

Jika dilihat fisiknya saja, sudah tampak bedanya. Matt Tong yang ternyata sudah membuntingi wanita setelah memperistrinya, membuat saya menggalau ng
gak gulita. Soalnya udah keliatan impossible-nya juga kalau dia nggak punya istri, hahahaha

Craig Nicholls | Vokalis The Vines

Sedangkan Craig Nicholls yang saya terka sendiri masih lajang ini, memiliki karakter yang unik cenderung weird buat saya, karena doi nih mem
iliki syndrom apa gitu yah namanya lupa. Kamu search aja di wikipedia muncul noh, kalau saya ketik ulang mending nama blog saya diganti jadi lettersfromwikipedia aja kalau gitu.

Oke deh lanjut ya, pada intinya saya hanya ingin bertanya-tanya, entah pada kamu atau hanya sebatas monitor masing-masing, kalau.. ya gituh. Ngerti nggak sih?

Ngomong-ngomong sekarang jam 12:34 am, wajar lah ya kalau kepala saya harus agak dibentur buat memperjelas apa maksud dari tulisan ini -___-

Kamis, 28 Juli 2011

AAA
AA
A

#random on Twitter (@auvdyrn)


Jadi, waktu itu tanggal 18-19 Juli saya melakukan #random tweet. Bukannya dua hari penuh, saya puasa aja sekalian, ngerti ga maksudnya? Ya udah nggak perlu dipikirin.

Jadi, tengah malam sampe dini hari mah
biasa lah ya pikiran agak melenceng, karena waktu itu posisi tidur juga lagi nyamping.

Jadi, maklum aja kalo gitu.

Sebenernya tulisan tiga paragraf di atas itu nggak mesti di paragraf terpisah, cuma ya udah lah ya. Ini isi tweet ngawur agak curcol saya:





/1
Pengen belajar beatbox, biar klo tersesat di hutan terpen
cil, gw masih berasa di kota

/2
The bull of shit: lembu jantan lagi duduk

/3
Kalo Kebun Raya Bogor punya saya, bakal saya pasangin figura bergambar orang-orang yg sudah keluar masuk dalam mata saya

/4
Misalnya besok saya melahirkan karena ternyata lemak ini menumbuhkan janin, maka besok saya puasa

/5
Kadang kalo orang terlalu berisik ngomongin urusan orang, mereka magang aja besok di acara infotainment

/6
Patung iri gak ya sama robot. Mungkin terkadang nggak, karena patung enak ga usah disuruh2

/7
Sms sering buat salah paham, tapi orang2 lebih milih perang daripada keabisan pulsanya

/8
Kalo saya naik Kora2 di Dufan terus kepental, kemana ya.. Kalo mikirin itu saya bersyukur lagi gak punya uang sekarang

/9
Mau berantas kemiskinan, bikin aja trend bagi2 rejeki kayak trend2 yg lainnya, pasti follower-nya trend riya jadi banyak

/10
Ada yg pamer punya Blackberry. Terus sowat? Laptop saya qwerty-nya lebih gede daripada Anda aja biasa

/11
Kalo saya punya anak, gak ada rencana buat masukin ke Pildacil. Nanti saya nangis darah diceramahin anak sendiri

/12
Suka ada yg bilang Facebook sekarang ngebosenin. Sebenarnya Anda yg membuat hidupnya si Facebook membosankan

/13
Dulu di pagi hari waktu saya kecil suka menabuh bantal layaknya drum. Sekarang saya mengais2 bantal walaupun ada bedug ditabuh

/14
Kdg wktu di Jogja sy pgn jajan di supermarket yg byk bgt, abs itu di dpn kasir sy blg klo uangnya msh di Ibu sy. Ibunya di Bgr

/15
Ngmg asal tnpa dpkir itu kdg enk bgt. Tp klo dikatain org gila lgsg marah. Brarti marah itu enk. Pantes skrg hawanya panas

/16
Sy yakin deh, abs #random gini follower sy lgsg brkurang. Ya sowat sih, asal jgn tmn akrab aj yg prgi. Klo prgi brarti tmnannya ga ikhlas :)

/17
Knp cewek ska sensian klo lg PMS? Soalnya udah tau lagi cekak, harus juga beli pemba**t! Gmn gw gak sensi duit abis gini! <-- Tuhkan

/18
Klo sy jd ank jlnan, sy mau kerja buat ngmplin uang. Buat beli selimut. Karena di rumah aj dingin bgt, apalagi yg terlantar :(

/19
Sbnrnya band2 yg mngawali namanya dgn 'The' itu brarti org Sunda. Soalnya dia niat nls 'Teh' malah jd 'The'. Biasa, kelakuan Ms.Word

/20
Klo ngeliat baterai hp udah tinggal satu tp masih dipake terus tuh jd inget jaman2nya UAS

/21
Skrg saya tau kenapa kebanyakan yg suka senja itu suka galau. Soalnya dia SENangnya JArang

/22
Saya kenal fashion itu semenjak mata saya minus. Ini namanya mengambil berlian dari tumpukan kerikil

/23
Dulu sy menciptakan karakter 1 itu si kurus. 2 itu si cerewet. 3 itu si kocak. 4 itu si kaku. 5 itu si gaul. 6 itu feminim. 7 itu si playboy. 8 itu si gemuk. 9 itu si cool. Kalo 0 dulu sy ga menyebut itu angka, tapi karet gelang

/24
Kdg sy pgn jd tkg ojeg payung. Karena bs ujan2an & beli obat masuk angin pk duit pnghasilan td. Semuanya berputar, karena bumi bulat

/25
Dlu sy prnah blg ke Ibu pgn pnya jin. Trs sy kok bgng Ibu nnya ukuran. Trnyata Ibu ngira clana jeans. Dan mksd sy jin kyk Jin & Jun

/26
Suka sedih ya klo ditinggalin sama orang yg sgt berarti? Tapi lebih sedih lg klo ditinggalin sama nafas. Dsini dlu #random -nya. Nite all :)

---

Jadi, maaf kalau merasa saya nyampah di timeline kalian yang pernah membacanya. Feel free to unfollow :) Soalnya twitter buat saya itu sebagai jurnal online berjalan, ya yang sekalian kalo kalo ada yang ngerespon lumayan buat mengisi hari.

Jadi, kadang saya bisa tiduran mantengin handphone buat twitter-an sama kalian. Sampe-sampe waktu itu ada tiga harian mata saya menangkap semuanya berbayang. Ini bukan kiasan, tapi memang mata saya kayak jereng gitu. Don't try this lah pokoknya, karena mata adalah salah satu modal menarik ketika kamu nggak punya hati, HAHA

Minggu, 17 Juli 2011

Mimpi Dahsyat!

Judulnya 'Mimpi Dahsyat!' yang saya alami waktu hari Sabtu, 16/06/2011. Memang nggak nakal judulnya, karena sengaja saya ambil dari spontanitas kalimat yang terpikirkan sehabis bangun tidur dan mengalami kali pertama mimpi panjang yang tanpa babak terpisah!

Yang saya takjubkan, disana banyak temen-temen saya, udah bener-bener reunian, tapi anehnya orang-orang akrab yang dari SD sampai SMA malah nggak ada.

Ini tulisan sengaja nggak saya edit, biar keliatan gimana cerita sehabis bangun tidur di notes handphone, dan biar ga ditambahin bumbu-bumbu lagi. Waktu saya transfer ke Ms. Word ternyata dapet empat halaman ukuran A4!

Saya nulis cerita ini dari sekitar jam 07.30 sampe jam 09.30 yang belum dipotong sama waktu pipis, haha

---

Artis Mimpinya:

1. Fahmi Rasyid, teman SMP

2. Yerikho Naektua Purba a.k.a Iyeq, teman kampus

3. Dimas Galih Oktavian a.k.a Samid, teman kampus

4. M. Chika Pradana, teman SMA-kampus

5. Elfa Swaratama a.k.a Malee, teman kampus

6. Andhika Wicaksono, teman kampus

7. Janur, salah satu atlit Slonong Boys

8. Alm. Arif Rachman Suherman, teman SMA

9. Febrina Triutari, teman kampus

10. Yessy Meirliane a.k.a Echi, teman SMA

11. Ratna Indah Lestari, teman kampus

12. Erlina Novia, teman kampus

13. Dini Triwuryani a.k.a Orin, teman kampus

14. Orang Stres Kost Tamsis (Prek You Always!!)

15. Mbak Lia Nirawati, teman kampus

16. Pemimpin dan Tentara Amerika

17. Diazsepta Galuh Lazuardi, teman SMA

18. Suku Dayak

19. Ririn Khaerunnisa, teman SD

20. Paramita Demira , teman SD

---

Mimpi dahsyat! - Sabtu, 16/06/2011

Reunian sama temen SMA sama temen SD nya siapa gatau. Sama ada anak2 kampus.

Reuni ke pantai yang punya jalan tembus lingkar. Disitu ketemu fahmi SMP dan temen2nya dia. Ada yerikho dkk adik kelas yang lagi jalan tanjakan jalan tembus dari pantai ke gedung. Padahal ada jalan lingkar yang lewatin pantai tp memang agak jauh. Gw ga lewat situ. Gw lewat tanjakan bareng yerikho dkk adek kelas.

Reuni ke pantai sambil nonton slonong boys di gedung itu. Katalog gajadi postcard. Di kertas setengah vertikalnya A2. Tulisan ditulis tangan. Yang ternyata tulisannya samid yang jelek banget. Soalnya disitu direka2, tulisan kecil2 dibentuk tebal tipisnya biar ngebentuk gambar binatang naga. Pake pulpen standard warna biru. Disitu juga ada majalah indie dulu2, ada sketceria juga dengan warna warninya. Disitu gw dateng udah ada sebagian anak2 dolltrap. Ternyata ada games-nya, gw nonton yang maen2 games-nya. Ada chika, malee, andhika, samid mah nari2, dll ga kenal. Chika malee dan temennya ga kenal, kayaknya si janur, itu maen games-nya mancing permen lolipop bentuknya kotak tapi ga runcing, warna warni transparan. Gw nanya sama malee boleh ga minta permennya, dengan galaknya malee bilang ga boleh 3x. Yaudah akhirnya gw ngeliat ke meja katalog yang ternyata ada si andhika. Gw kaget katalognya kagak bisa dibaca. Pokoknya jelek banget. Gw tanya andhika eh dia molor, ternyata gw ngomong sendiri ga diwaro. Yaudah gw pergi jalan2 di dlm gedung sambil liat pamerannya.

Suasana udah ricuh tawa2 tanpa mabok. Terus gw ngeliat alm arif berdiri, dia agak gemuk, sambil senyum berdiri di sebelah temen SMA. Terus gw ngasih tau chika. Kata dia, emang, emang ada. Chika sama anak2 langsung ngehampirin alm arif terus ngajak beliau suruh masuk ke raganya chika. Dia ngomong tentang cinta sejatinya di tempat apa gitu lupa. Terus akhirnya pada ngumpul semua. Ada yang negur pd ngomongin apa sih, itu dari anak2 kampus dateng dari seberang kiri. Dikasih tau ada dialog sama almarhum. Terus langsung pada ngehampirin. Disitu ada pacarnya temen yg dateng juga, eh dia agak berlagak tidak senonoh, disitu gw berpikir langsung tdk positif tapi tau ternyata ini mimpi, langsung mengucap alhamdulillah. Kami duduk melingkar agak gak beraturan.

Tiba2 tari dateng pake kolor sama pake kaos dateng2 tiba2 basah, kondisinya sama kayak pas di ultahnya di pantai yg dikerjain. Dia ngomong tentang, pertamanya ke anak2 yg di deketnya dulu, eh coba tanyain tentang siapa sebenarnya yang minta pajak lebih dari pantai dan makanan ke beliau. Langsung anak2 nyuruh tari ngomong langsung ke alm. Beliau nyengir aja, bilang udah itu urusan gw ga usah diperpanjang. Tapi anak2 gak setuju, beliau harus cerita karena beliau yg nombokin acara skrg sampe 5 kali lipat pajaknya. Gmn coba, dia yg nombokin tp kan beliau udah alm dari lumayan lama. Terus akhirnya anak2 ngasih nama2 yang familiar, gw lupa namanya. Pokoknya ada 3 yang paling familiar itu disebutin, tapi beliau nyengir2 aja tanpa jawaban, terus akhirnya dia keluar dari badan chika dan hilang. Di kerumunan yang td ngejagain badan chika keliatan ada anak2 yang bilang coba2 gw masuk ke badan elu chik. Si chikanya bilang ya ga bisa lah bego sambil ngelepak kepala si itu gatau siapa. Tiba2 chika pake topi yg biasa dipake sama alm.

Disitu anak2 mulai bubar satu per satu. Terus gw mandangin tembok yang tiba2 isinya penuh tulisan nama2 tersangka yang tadi diceritain bareng alm. Gw sama echi putih SMA yg tiba2 nongol mulai berdiskusi, menganalisa, mengambil kesimpulan, akhirnya ditemukan 3 nama yang ujung2nya ternyata nama 3 orang yang familiar itu. Setelah itu kita berencana buat ngusut perkara ini dan melaporkannya. Abis itu kembali menikmati acara, disitu ketemu indah, erli, orin, dkk.

Gw muter2 nonton pameran sendirian yang kemudian terjadi kejadian aneh. Gedung itu dalemnya terdiri dari banyak panel tembok. Setiap gw ngelewatin ruangan dibalik panel tembok sebelahnya langsung mati lampunya, anehnya gada yang protes kenapa mati lampu. Gw jalan lagi ke arah kanan terus di seberang ruangan mati lagi lampunya dan ga ada yang protes. Disitu gw ngeliat ada temennya adek kelas yang ngehampirin gw sambil natap gw aneh dan menyeringai. Kejadian ini gw inget si orang stres bego di mantan kost di tamsis. Bedanya dia rautnya lebih licik, rambutnya udah dipotong jd nggak kriting lagi, tapi yang ini item. Gw was2an dalem hati, sialan ternyata dia udah ga bego lagi, jalannya sekarang cepet. Gw jalan mundur sambil dia ngeluarin yang gw pikir samurai eh ternyata penggaris besi panjang terus dia nyerang gw, gw makin deg2an tapi spontan gw langsung nangkep tangan kirinya terus muter ke belakang badan dia dan dapetlah kedua tangannya gw piting, dan dia jatoh. Gw ketawa kecil sambil ngomong ternyata masih bego aja lu. Penggaris besinya tiba2 ilang. Gw injek tuh badannya berkali2 terus ninjuin mukanya yang ngeluarin ludah. Gw langsung jijik dan eh lepaslah dia berdiri lagi mau nangkep gw dengan muka mesumnya. Gw teriak tolong2, teriaknya pas banget di dua orang sebelah lagi gosip. Dia tanya kenapa, gw jawab itu ada orang stres yang dulu gw ceritain, eh dia malah ngegosip lagi sambil ketawa2, gw mangkel.

Akhirnya ketemu lagi itu orang stres dan gw melakukan hal yang sama seperti tadi tapi agak susah dan disitu gw deg2an banget ninjuin dia sambil teriak2 minta tolong tapi gada yang menghiraukan sama sekali, sekalipun ada orang lewat ngeliat gw panik minta tolong. Akhirnya gw emosi, ngelepasin si orang stres dan lari ke arah kerumunan. Disana gw ketemu sama anak2, ada indah, mbak lia, dll. Gw ceritain tentang adanya orang stres disini tapi cuma oh-oh, trs ngelanjutin obrolan mereka. Gw pengen nangis campur panik. Terus gw teriak2 kalo ada orang stres disini, tapi cuman ngeliat gw abis itu balik lagi joget2. Gw panik sendiri, gabisa tetep di tempat ini, akhirnya gw pergi keluar lari2.

Disana gw mau lari ke jalan tapi tiba2 ada tank sama tentara amerika. Pemimpinnya nyegat gw, gw berjalan mundur hampir sampe balik ke gedung itu lagi. Gw gamau balik ke gedung itu lagi, dan akhirnya gw terpaksa berhenti berhadapan sama pemimpin yang berkumis pirang tipis itu dan di belakangnya tentaranya. Ada sih yang ganteng gw liat, dia juga ngeliat gw, tapi gada waktu buat itu. Si pemimpin ngomong kamu mau ninggalin teman2 kamu lalu saya lempar bom, dia lempar bom ke dalam gedung, gw panik, bomnya ngeluarin asep sedikit demi sedikit. Gw ngeliat ke dia lagi, katanya atau kamu masuk lagi ke dalam selamatkan teman2mu dan saya kasih pistol ini. Gw bimbang karena gw tadi lari karena gada yang peduli gw panik, dan sekarang kenapa gw harus panik sama mereka yang mau dibom. Tp dengan cepat gw ambil pistol ke dalem. Gw pertama2 pengen ngebunuh si orang stres itu tp gada waktu buat itu. Eh ternyata bom yg td dilempar ngeluarinnya aer mancur. Anak2 malah makin seru joget2 di tengah aer yang mancur itu. Gw lari2 nemuin anak2 yg gw kenal, ngasih tau ada tentara diluar ngepung kita. Gw gatau mereka langsung gimana, karena tiba2 gedung udah kayak labirin yang di tiap selanya ada tentara megang adeknya bazooka. Suasana sudah ricuh. Dimana2 merah. Peluru meluncur ke arah kita dan disana pada lari2an. Gw sembunyi buat nembak si tentara. Gatau berhasil kena apa ngga, soalnya gw langsung lari ke arah lain. Disana gw ketemu indah, erli, mbak lia, gw bilang kalian sembunyi sini tapi pas jalan mereka tertembak dan ilang. Gw nangis, gw ga ngerti kenapa ini bisa kejadian. Peluru segede bagong meluncur bertubi2 melurus ke arah gw dan anak2 yg tersisa. Kami udah belepotan arang. Untungnya peluru ngga bisa belok ke bidikannya. Jd gw bisa meliuk2kan badan biar ga kena.

Akhirnya gw lari ke pojokan, eh disana damai banget. Gw ketemu chika sama diaz lagi duduk bersila santai hadep2an sambil makan kwaci. Chika sama diaz manggil gw. Gw kesana terus gabung sama mereka sambil makan kwaci dan ngobrol ketawa2. Disana kita bertiga ngeliat ada orang yg masih lari2 sembunyi, chika manggil dia tapi dia gamau dan akhirnya tertembak mati dan ilang. Pokoknya kita bertiga mah seseruan sampe semuanya hening ngeliat ke sekitar udah gada baku tembak lagi. Akhirnya kita bangun terus jalan mengendap2 ke arah luar. Dan chika nyeletuk, cuma tinggal kita bertiga yang tersisa. Akhirnya kita jalan santai dan ternyata ada tentara yang ngeliat kita sambil nunjuk kita dan teriak masih ada orang2 bogor tersisa. Kita langsung panik kan, dan akhirnya karena gw tadi lari2an dari dikejar orang stres, ngasih tau anak2 ke semua sudut gedung, dan keluar hingga masuk lagi bawa pistol ngasih tau temen2 di tiap sudutnya, akhirnya tercipta labirin di otak yang udah gw rekam.

Akhirnya gw lari menelusuri labirin cepet banget sambil di belakang gw chika dan diaz ngikutin gw dan berusaha bareng biar gada yang kena tembak. Dan ternyata tentaranya bloon karena gada satupun yang kena. Akhirnya kita lari cepet banget nyebrang dan nemuin semak2 tempat persembunyian. Gw chika dan diaz bahagia sambil masih ngos2an. Akhirnya semak2 itu berubah ada pohon kelapa dan tempat duduknya gt. Gw duduk disitu dan eh ternyata itu markas suku dayak. Mati. Kita bertiga panik, chika sama diaz ikut duduk di samping kiri kanan gw. Ada orang dayak yang noel dagu gw sambil bilang apa gitu lupa. Gw panik mampus. Akhirnya kita bertiga mencoba tetep santai sambil bisik2 nyusun strategi dan berapa menitan kita bertiga kabur dengan cepat dan eh kecegat ada mobil panjang yang isinya berseragam kayak tentara td, yang ini kayaknya atasannya soalnya lebih necis dan berkumisnya lebih tebal. Kami tegang udah kayak kena tilang. Si suku dayak yang mau nangkep kami juga tegang nunduk gitu ngeliat si kumis tebal marah2 sambil nunjuk2. Gw sama yg lain bingung, sebenernya kita yang dimarahin apa bukan sih. Tapi pas gw liat si kumis nunjuk2 patung yang di pinggir jalan deket saungnya si suku dayak, gw langsung ngomong, ooh bukan kita, tapi si suku dayak yang ditilang gara2 patungnya melanggar hukum. Akhirnya kita menghela nafas lega yang disadari sama si kumis tebal dan cepat2 kami lari.

Eh ada barisan suku dayak banyak banget dari arah depan di kiri jalan dan kanan jalan. Akhirnya kami lompat ke gorong2, jalan kodok pelan2 dan di ujung eh ketemu orang lagi berdiri. Gw, chika, sama diaz masih jongkok meringkuk. Gw yang di depan panik, apalagi ada cahaya yang bikin muka gw keliatan. Dan akhirnya yang berdiri itu menyadari keberadaan kami. Tapi dia biasa aja, kayaknya dia juga lagi sembunyi. Gak lama orang itu lari keluar gorong2 yang ditutupi semak2. Akhirnya kami jalan membungkuk dan di tepi langsung jalan terus aja udah naik ke jalan aspal lagi. Gw lari sekuat tenaga. Gw duluan yang di depan setelah menyadari chika sama diaz gada. Tp gw megang henponnya mereka juga, di tangan gw ada henpon gw chika sama diaz, eh ada telfon di henponnya chika. Gw bingung dan diam sesaat chika sama diaz udah ada di samping gw. Mukanya chika beler tapi pucet. Gw tanya elu giting chik, katanya diaz nggak dia ngantuk.

Dan akhirnya kita lari2 lagi tapi agak pelan terus dari arus lawan ada sepeda2 jalan. Gw mikir asik kali ya pake sepeda nggak capek bgt kayak gini. Eh ketemu ririn temen SD yang dateng naek pake sepeda. Nyapa kita bertiga ngobrol2 terus sambil jalan bareng eh ketemu mita yang bikin kita berhenti dan gw ririn mita ngomongin soal daleman. Yg gatau kenapa ga perlu gw jabarin karena hanya penting untuk kaum wanita. Akhirnya setelah masalah ga mutu itu terselesaikan, kita berlima lari2 lagi menuju jalan pulang. Gw bertanya, kita dimana nih. Kata chika kayaknya di bantar kemang. Mereka kesana dan gw arahnya beda sendiri gw bingung, lari2 lagi sambil celingukan ngeliat kanan kiri dan akhirnya gw nemu titik terang. Gw di pertigaan bakso bakwan malang yang deket SMA 3. Dan disitu gw bahagia banget walaupun capek, badan dan muka udah cemong2, keringet bikin rambut gw lepek. Gw bahagia dan entah kenapa bisa terbangun. Dan mimpinya selesai :)

---

Soundtrack: Tembang 'Terbunuh Sepi' dan 'Terlalu Manis' dari Slank

Senin, 23 Agustus 2010

Hidup ini Kejam

Teman SD-ku yang sekarang belagu,


menjadi sangat mirip Matt Tong:



INI TIDAK ADIL!

Senin, 19 April 2010

Hujan dengan Rutinitas Manusia

Hujan merupakan salah satu karunia Tuhan yang diturunkan untuk makhluk hidup, sebagai salah satu musim yang pasti ada di penjuru dunia. Air yang berlebih menyenangkan bagi hewan air, penyegaran hidup untuk tumbuhan, dan kelebihan kekurangan yang dirasakan manusia. Karena manusia mengalami rasa yang berbeda, dan seorang manusia lebih mudah mengamati apa yang dirasakan sesama manusia dibandingkan manusia merasakan hewan maupun tumbuhan. Maka, banyak yang dapat diamati dari setiap titik kejadian yang mungkin tidak terasakan secara jangka panjang, karena hujan tidak pernah turun terus-menerus tanpa henti dalam perputaran hidup ini, melainkan adakala dimana hujan harus turun dan membuat manusia gembira dengan rintiknya maupun mengeluh dengan basahnya. Itulah hujan, dimana manusia merasakan berbagai macam sisi, baik dari keadaan menyenangkan maupun menyebalkan. Begitu pula muncul sisi menarik yang ditimbulkan ketika hujan, yaitu tentang perbedaan sudut pandang manusia.

Sudut pandang yang biasanya sama dirasakan ketika hujan menjadi sangat menyenangkan sebagai pembentukan suasana mereka masing-masing yang lebih dominan. Lalu kebalikan tanggapan juga bisa terjadi saat hujan menjadi faktor penghadang kepentingan mereka. Jadi, dalam menanggapi suatu keadaan yang terjadi dengan spontan, maka akan diperoleh respon yang spontan pula ketika mereka menjadi sangat dirugikan, yaitu kalah dengan keadaan. Agar lebih jelasnya maka diadakan pengamatan sederhana yang diambil dari beberapa responden untuk menjadi suatu bahan dalam mengambil pemikiran ringan yang hampir dilupakan atau tidak digubris sama sekali namun menjadi sangat penting (menurut saya) bila hal tersebut bisa didapatkan sudut pandang dari segala sisi positif maupun negatif.

Pernyataan ini diambil dari orang-orang yang secara tidak sengaja melekatkan keadaan hujan pada hidupnya, yakni beberapa penghuni kota hujan di Bogor sana. Mayoritas mereka mengalami rasa yang menyenangkan dan begitu pula sebaliknya, dan mungkin terjadi secara bersamaan. Respon tersebut bisa muncul sebagai bentuk spontanitas, pemikiran, sudut pandang, keuntungan dan kerugian yang berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi mereka masing-masing. Itu membuat makna hujan menjadi sangat beragam dalam mengambil suatu pemikiran tentang kepentingan masing-masing. Berikut akan ditampilkan tentang beberapa tanggapan ringan dari dampak positif dan negatif tentang hujan di kehidupan mereka:

  • Suasana yang enak untuk tidur dan tidak enak jika kehujanan.

  • Saya bisa tidur lebih nyenyak dan menjadi terlambat.

  • Romantis dan basah.

  • Dingin dan sejuk ; basah.

  • Romantis, tapi menyebalkan kalo hujannya ‘marah’.

  • Segar dan membuat tidak bisa kemana-mana.

  • Senang bisa hujan-hujanan, sebel harus nyuci motor.

  • Menyenangkan karena bisa melamun dengan tenang dan sok melankolis; menyebalkan jika petir, banjir, dan atap bocor.

  • Menyebalkan jika tidak membawa payung, maka akan basah kuyup; menyenangkan jika sedang galau hujan-hujanan enak tuh hahahahahaahaa stres.

  • Menyebalkan jika sedang di motor lalu hujan; menyenangkan karena bisa tidur nyenyak.

  • Senangnya sehabis hujan udaranya bagus; menyebalkan jika sebelum hujan langitnya seram.

  • Menyenangkannya bisa mengingat masa-masa indah dan sedih, dan menyebalkannya tidak bisa bermain kemana-mana.

  • Menyenangkan jika sedang berdua dengan cewek melihat hujan hahaha.

  • Dingin tapi jadi tidak bisa kemana-mana.

  • Basah semuanya.

  • Enaknya tidur karena dingin-dingin, dan tidak enaknya yaitu jalanan becek.

  • Menyebalkan jika sedang hujan tidak bisa bermain, tapi gara-gara hujan cuaca jadi terasa dingin dan asik.

  • Menyenangkan jadi dingin, dan menyebalkan jadi becek.

  • Menyenangkan karena hujan membuat tidur nyenyak, lalu menyebalkannya hujan membuat sulit keluar rumah dan melankolis sampai kadang bisa menangis sendiri.

  • Menyenangkan yaitu dingin, tenang, romantis; lalu menyebalkan jika becek, gelap, dan petir.

  • Menyenangkan karena adem dan tenang; dan menyebalkan karena jalan menjadi becek dan membuat kotor.

Dari semua responden, didominasi dengan tanggapan yang secara tidak langsung menyatakan dirinya menjadi senang dan kalah dengan situasi yang hadir dalam waktu yang bersamaan. Seperti: “saya bisa tidur lebih nyenyak dan menjadi terlambat.” Hal tersebut menyatakan ia menjadi terlena dengan dampak positif sehingga menghadirkan dampak negatif bagi dirinya sendiri. Sehingga keadaan yang tidak bisa diubah lagi menjadi suatu kebiasaan yang seringnya terjadi berulang-ulang. Ketika seseorang menjadi terlambat (dalam hal ini yaitu kuliah) karena situasi, padahal hal yang paling memungkinkan agar itu tidak terjadi yaitu dengan cara mengadaptasi diri dengan alam. Karena alam menjadi salah satu faktor yang mungkin tidak bisa diubah posisi atau keadaannya, sehingga kita yang harus memulainya lebih dahulu agar tidak menjadi suatu rutinitas yang berdampak negatif.

Kemudian: “dingin tapi jadi tidak bisa kemana-mana.” Begitu pula dengan pernyataan tersebut, ia merasakan udara yang dingin dari hujan karena kemungkinan udara panas membuatnya tidak nyaman, namun ada kata penghubung ‘tapi’ yang menjadi kata sebelumnya yang merupakan sebuah kesenangan tersebut menjadi terhambat ketika ‘jadi tidak bisa kemana-mana’. Dalam hal ini pun serupa, aktivitas yang seharusnya dilaksanakan seakan-akan menjadi terhambat karena alam yang tidak sejalan dengan rencana. Sama halnya seperti: “menyebalkan jika sedang di motor lalu hujan.” Keadaan yang sudah menjadi rutinitas yaitu bepergian dengan kendaraan bermotor menjadi suatu penghambat pula. Mungkin lain halnya ketika sedang di tengah jalan maka situasi tersebut datang secara tiba-tiba, maka tidak ada jalan lain selain berteduh yang mengulur waktu atau tetap kehujanan yang tepat waktu. Adakalanya dimana kita diharuskan menjadi sigap dengan situasi yang baik akan terjadi maupun tidak akan terjadi, karena sudah diciptakan pepatah “sedia payung sebelum hujan” maka hal tersebut pasti akan pernah muncul ketika itu pernah terjadi di masa lampau sehingga menjadi pembelajaran yang seharusnya sudah menjadi hal kecil yang mudah ditangani. Maka, itulah budaya kita, sebagian besar jarang yang mau mempelajari hal yang sudah terjadi, walaupun akan ada resikonya akan tetap dijalani. Karena dunia ini penuh dengan rintangan, lalu menjadi kebiasaan ketika menemukan hambatan (dalam hal ini yaitu hujan), kemudian akan menjadi kalah atau menang itu persoalan kepada diri masing-masing manusia dalam menjalani rutinitas yang tiada henti.

Oleh karena itu, segala sesuatu yang akan terjadi dalam dunia pengamatan di tengah kehidupan yang paling dekat itu sangat beragam. Dari hal yang paling terlihat hingga yang tidak terlihat sama sekali namun terjadi. Seperti halnya yang sekarang kita amati yaitu tentang hujan yang mungkin sama sekali tidak terlalu dipikirkan menjadi suatu hambatan tapi pada kenyataannya menjadi ada dari rutinitas manusia yang sebagian besar pasti juga bergantung pada kondisi alam, maka akan terjadi suatu pembentukan yang secara tidak sengaja menjadi lebih condong ke arah faktor penghambat dibandingkan faktor pendukung dalam perjalanan aktivitas kota yang padat akan segala tuntutan. Jadi, pengendalian dari sang pencipta pasti ada, dan kelanjutannya terserah kita.

---

av10

Selasa, 14 Juli 2009

Magenta..


Dalam otak hingga terbakar matahari yang telah berubah menjadi ide-ide yang naasnya sebuah benang kusut berwarna hitam.
Menggunakan piyama tanpa corak. Sudah berak. Menahan gerak. Lalu berbunyi, "krak!"
Melepas kacamata lalu tampaklah mata yang sudah lama terpejam menahan melihat hujan di teriknya malam hari berwarna magenta.
Magenta.. begitu ia menyebutnya. Malas, gemuk, dan gentar.

Rabu, 18 Februari 2009

Coretan #14: "I hate my low spirit. Ohh.."

Jika ini adalah hari tamatku..
Maaf, aku belum mengerjakan Sosiologi.
Aku lemah.
Otakku lemah.
I hate my low spirit.

Jika ini adalah hari tamatku..
Maaf, aku belum bayar hutang.

Masih hidup ternyata dan....................

Dan ohh...
semangatku hilang lagi dari sosok yang aku lihat ia melihatku..
Berpapasan dengannya di gerbang sekolah bersama wanita yang ku kenal tapi tidak dekat dan aku mendengar sang pria sedang..
PDKT!

I'm not broken heart but I'm so.. SPEECHLESS..

Coretan #12: "Setelah ISI YK Menerimaku."

Aku diterima di
INSTITUT SENI INDONESIA - YOGYAKARTA
Aku kuliah disana!
Yogya
Yogya
Yogya
Yogya
Yogya!!!
Big dare for me!!!!

Gagal ITB, berangkat ke
ISI
:)
A
U
L
I
A
R
T
amin.
Semoga aku selalu berada di jalan-MU, Ya Allah..

Dialog Satu Raga #1: "Satu Minggu Menjelang ke Yogyakarta."

18 Agustus 2008
Menjelang malam hari


X: Belum tidur?
Y: Tadi sore udah tidur terus bangun, jadi ga ngantuk deh.
X: Terus?
Y: Yaa ga ada kerjaan. Handphone lagi charging.
X: Ada yang menarik dengan hari ini?
Y: Ada! Tadi ketemu cowok ganteng! Sumpah! Sampe sekarang gua masi inget sama dia!
X: Dia ngapain?
Y: Yaa ga ngapa-ngapain. Sempet papasan pas dia mau lewat, gua mau balik arah, ketemu deh langsung. Tinggi! Mirip Matt Tong!
X: Drumer Bloc Party? Mirip dia?
Y: YES!
X: Ketemu dimana?
Y: Di Blossom Outlet.
X: Pengen ketemu lagi?
Y: Iya! Iya!!!
X: Kalo jodoh mah pasti ketemu lagi! Amin.
Y: Amin Ya Allah!
X: Tapi ga gila kan?
Y: Siapa?
X: Elu!
Y: Nggak lah! Dasar..
X: Terus?
Y: Terus apanya?
X: Ya terus sekarang lu mau ngapain?
Y: Bingung! Bingung! Bingung! Bingung! Bingung! Bingung! Bingung! Bingung!
X: Sepi yah?
Y: Iya banget!
X: Udah mau ke Jogja lu?
Y: Iya, kurang lebih seminggu lagi! Cepet banget! Takut!
X: Harus mantap!
Y: Jogja gitu loh! Kan jauh!!!
X: Itu kan keputusan lu! Harus mantap dong!
Y: Iya. Ga mungkin banget gua batalin!
X: Sangat ga mungkin! Mak dar it, lu harus mantepin dari sekarang!
Y: Udah mantep sih sebenernya. Tapi gua harus bener-bener mandiri.
X: Teman-teman?
Y: Mereka pasti bisa mandiri. Nggak kayak gua.
X: Jangan gitu dong! Lu juga harus mandiri! Jangan buat malu temen-temen lu dong!
Y: Ya!
X: Ngantuk ya kayaknya?
Y: Ya. Tapi gua ga mau cepet-cepet besok.
X: Why, dear?
Y: Berarti keberangkatan gua makin cepat.
X: Sedih ya?
Y: Ya. Sangat. Kangen SMA. Tapi bersama mereka. AUTISO.
X: Mereka dimana?
Y: Uchie di NHI. Muthi di Akbid. Syifa di IPB. Ocha di Sahid. Bandung - Bogor - Jakarta - Jogja!
X: Paling jauh lu dong?
Y: Ya. Sangat jauh. Gua ga mau kehilangan mereka.
X: Temen SMP?
Y: Irma di Unpad. Reni nunggu taun depan. Fita di IPB atau Moestopo. Nanda di Akbid. Bandung - Jakarta - Bogor - Jogja!
X: Tetep lu juga yang paling jauh!
Y: Yes, darling! Pegel tangan gua!
X: Sayangnya gua ga bisa mijitin lu.
Y: ~ hoooo. Gua inget cowok yang tadi lagi!
X: Pengen ya lu?!
Y: Siapa yang ga mau?!
X: Hohohoho ~
Y: Ah, palingan juga uda punya cewek yang cewek banget!
X: Emangnya kalo ga punya, lu bisa apa?
Y: Yaaaa.. Seenggaknya khayalan gua ga sia-sia!!!!
X: Pegel ya tangan lu?!
Y: Sangat.
X: Ya sudah istirahat saja.
Y: BORING!
X: :D
Y: Puas lu ketawa?!
X: Nggak.
Y: Hehehemmmmm.
X: ~
Y: ~

Coretan #10: "Gigit Kuku Jari."

Alarm Tidur Khayal Dosa Indah Sedih Kesal Mupeng Jam Tidur Guling Sarung Merem Diam Jangkrik Melek Jam Tidur Nafas Lelah Diam Jangkrik Pria Gambar Empat Indah Tiga Khayal Empat Lucu Akhir Tidur Mimpi Nyata Ingat **** Jantung Jangkrik **** Senyum Jantung Ingin Nyata Ternyata Mimpi **** Lagi Ingin Lagi Mimpi Bukan **** Jam Setengah Enam Mati Alarm Enam Kurang Lima Belas Bangun Uyung Kesal Handuk Mandi Keramas Mimpi **** Ingin Lagi Jangkrik Diam Hanya Diam **** Indah Sudah ***** Entah ***** Dan **** Diam Diam Diam Pagi Baju Seragam Uyung Lama Diam **** Ingin Lagi Mimpi Untuk Nyata **** *** **** *** Kesal PDKT **** *** Gerbang Melihat Cengan Dan Betul ***** Dia *** PDKT **** Kesal Nyengir **** Tidak Ingat Aku Syifa Ocha Muthi Teh Della Makan Spago Hutang Aku Muthi Sepuluh Ribu Makan Enak Kenyang Bersama Rindu Masa Indah **** Bukan Aku Uchie Muthi Syifa Ocha Bersama Tidak Sendiri Indah Tiada Indah Tanpa Teman Kalian Lebih Aku Inginkan Daripada **** Dan ***.

Sabtu, 14 Februari 2009

Coretan #9: "Grogi."

Entah Ya Saja Tidur Gambar Sesal Taik Aku Entah Entah Lelap Taik Tangis Entah Entah Tidak Aku Ngupil Bau Puas Indah Ya Tahu dan Tidur Tidak Taik Dosa Kuliah Musik Ya Hilang Diam Diam Ngorong Uang Khayal Ya Kelabu Teman Sosis Tidur Dosa Ya Teman Semangat Handphone Malas Surga God Ya Kerabat Berisik Ya Nugget Iri Ya Gambar Ya Ya Internet Entah Ya Komik Ya Ya Entah Aku Jangkrik Uang Concept Ya Gambar Terbentang Sosiologi Lagi Neraka Ya Jangkrik Sunyi Minus USM Uang Surga Only God Knows Why.. Taik Not Lagi Dosa Friendster Ya Gambar Blind Perkara Darah Lulus Khayal Entah Ya Taik Itu Taik Diam Produk Desain Ya Ya Esok Kuliah Perkara Ya Ya Visual Entah Friendster Taik USM Ya Entah Kacamata Pulsa Kuliah Ya Uang Indah Ya Kacamata Gelap UAN Ya Hidup Mati Tambah Minus Pulsa Entah Entah Lagi Habis Ya Tambah Kucing Hilang Kembali Ya Sepi Aku Entah Dimana Taik.

Coretan #7: "Tidur, yuk!"

Sunyi menantang
Detik jam jatuh berdentang
Ketika ku makan kentang
Sambil tidur terlentang
Ditatap langit terbentang
Dan aku terlelap bersama bintang


Copyright Aulia Vidyarini

Senin, 22 Desember 2008

Coretan #2: "Kamu keras kita pun air, kawan."




Dengarkan jika batu berbicara
Maka kamu akan merasakan kerasnya aura

Bisikkan yang kamu rasa sakit
Dan teriakkan yang telah kamu rakit

Jabat semua jari yang diindahkan
Kelak kita akan bersama selamanya kan?





*Keterangan foto:

-Objek foto adalah pemberian dari teman SMP saya yaitu Irma/Nihil.
-Makna yang saya dapatkan dari foto tersebut adalah walaupun berdesakan, dalam situasi yang rumit; kita akan masih bisa berwarna karena kita adalah teman, kawan, sahabat; yang seia sekata menemani hidup kita. dan mereka akan selalu berkata: coloring your life, friend!


Copyright 2008 Aulia Vidyarini

Jumat, 19 Desember 2008

Coretan #1: "Tuhan-Tuhan bilang, kita berbeda."

Kamu bilang, hidup itu mengkritik.
Dan kamu membuatku berisik.
Kamu pun bilang, hidup itu menggelitik.
Dan kamu pun membuatku bintik-bintik.
Lalu kamu pernah bilang, hidup itu erotik.
Dan kamu pun membuatkanku tato batik.
Saat itu, Tuhanmu bilang, hidup aku itu bukan kamu.
Lalu aku mati di tangan Tuhanku.

"Tuhan-Tuhan bilang, kita berbeda."

Copyright 2008 Aulia Vidyarini

Rabu, 01 Oktober 2008

Tugas praktek cerpen waktu SMA kelas XII: Tas Merah Berwarna Hitam

Satu minggu telah berlalu, tas merah itu tetap membisu tak berubah posisinya sedikitpun. Debu mulai betah singgah di permukaan tas berbahan kulit kerbau itu. Tak seorang pun berani menyentuhnya apalagi membukanya. Bahkan, bangku baris ketiga tempat tas itu berada dibiarkan kosong, tak satu pun siswa kelas XII IPS 2 yang berani mendatanginya. Seisi kelas hanya bisa bertanya-tanya di dalam hati, kemana gerangan si pemilik tas itu. Padahal selama ini, tak pernah sedetik pun tas itu lepas dari tuannya dan tak pernah seorang pun diizinkan menyentuh apalagi melihat isi tas itu.
Semua orang di dalam kelas itu mendelik kaget bila melihat tas itu. Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa ia seorang dimana sebuah tawa riang berasal. Selalu berseri tanpa sedu. Teman sebangkunya pergi dari meja dimana tas itu disimpan. Ia takut karena ia selalu dikelilingi kalimat-kalimat yang selalu mengitari di memori otaknya dan tak pernah ia ucapkan. Sebuah misteri baginya karena telah seminggu berlalu dan teman sebangkunya yang selalu membuat ia kesal karena si pemilik tas merah itu selalu ia anggap bodoh dan selalu tertawa. Menertawakan dirinya sendiri. Blida, sang pemilik tas merah itu.
“Kamu sama sekali tidak tahu?” tanya Wali Kelas XII IPS 2 saat ia pergi ke ruang guru untuk mengumpulkan tugas.
Seora, teman sebangku si pemilik tas merah itu hanya menggeleng lemah tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Ia lalu pamit kembali ke kelas dengan tergesa-gesa seperti dikejar maut. Sampai di kelas, Seora menatap tajam tas itu saat kelas kosong. Semua siswa sudah pulang sejak tadi siang. Ia dalam keheningan sore dimana tiada seorang pun di lantai atas kelas XII. Hanya sebuah tas merah yang terlihat sudah mulai usang karena ia benci dengan si pemilik tas itu yang selalu menertawai dirinya sendiri dengan bergelimang air mata.
“Siapa kamu, Blida?” Seora menggerutu dalam tegaknya ia berdiri di depan tas merah itu. Tas merah itu seakan berbicara dan Seora pun menangis dalam mata elangnya.
“Aku tidak tahu apa yang kamu rasakan dan kamu dengan seenaknya masuk ke dalam mimpi-mimpiku dengan murka!”
Angin bertiup kencang dan matahari pun mulai tenggelam.
“Hina saja diriku, Blida! Toh, kamu tetap saja di bawahku,” Seora mundur perlahan sampai jarak satu meter dari tas merah itu.
Lampu padam dan hidup kembali.
“Kamu tidak akan bisa menakut-nakutiku,” Seora tersenyum licik.
Angin kembali bertiup seperti irama lagu persaingan. Gerimis kencang membuat bibir Seora bergetar.
“Sekali lagi aku katakan padamu bahwa aku tidak salah. Kamulah yang bodoh, memendam perasaanmu sendiri di dalam hatimu. Dan kamu sekarang ingin mencoba menggertakku dengan tas yang kuberikan saat ulang tahunmu? Gila. Sekarang kamu kemana? Migrasi? Atau kamu sudah mati?” Seora tertawa bergetar, “sungguh menggemaskan hidupmu itu.”
Gerimis mulai berganti hujan. Tidak cukup chaya untuk menggambarkan wajah Seora. Ia keluar dari kelas meninggalkan tas itu dengan mata tajam penuh pisau. Menyayat.
*
Keadaan kelas berjalan seperti biasa. Seperti biasa masuk kelas dan mata langsung tertuju pada tas merah yang sudah berganti warna agak kehitaman. Agak beda dan benar-benar berbeda. Keadaan tas gendong berwarna merah itu dalam keadaan resleting terbuka. Semua siswa mengelilinginya tanpa gerakan sama sekali. Terlihat disana sebuah buku tulis biasa dan mata Seora serasa terpaku di dalam buku tulis yang familiar tersebut di matanya dan ingatan memorinya. Seora mengambil buku tulis itu tanpa pikir panjang dan tanpa menghiraukan pandangan mata teman-temannya yang tertuju kepadanya.
Seora membuka lembar pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Ia baru menyadari bahwa buku itu milik mereka berdua saat kelas sepuluh. Buku curhat mereka dan terlihat jelas perbedaan jumlah tulisan Seoran dengan tulisan Blida. Terhitung lebih banyak tulisan Seora sedangkan Blida hanya mengungkapkan ekspresi wajah dengan gambar yang Blida buat. Seora diam dan diam. Teman-temannya tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun.
Seora membuka halaman terakhir yang terlihat usang dan ia terkejut setelah melihat tanggal yang tercantum, yaitu tanggal kemarin saat ia berbicara dengan tas merah yang sekarang terlihat kehitaman itu. Dan disana tertulis:
‘Aku kembalikan tas ini. Tas yang sebenarnya berwarna hitam ini. Aku tidak kuat memiliki tas pemberianmu. Dan ya, aku mati dengan menggemaskan. Aku tidak tahan menertawai diriku sendiri yang hanya bisa mendengarmu mengoceh tanpa kenal hatiku. Seora, kamu memang hebat dan kamu benar-benar hebat bisa menyakiti orang yang sudah kamu anggap sahabat saat kelas sepuluh dan kamu menelantarkanku, padahal kamu tahu aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Seora, bisa-bisanya kamu berbicara seperti kemarin saat aku sudah tiada. Seora, aku membencimu. Itu yang ingin kukatakan.’
Seora diam. Seakan ia diguncang gempa. Hatinya terguncang lebih dahsyat. Dan sepertinya, hati Blida lah yang diguncang hebat oleh Seora.
*


© 2008 Aulia Vidyarini